Berita Denpasar
Penjual Bunga Valentine di Denpasar Bali Tergencet Covid-19 dan PPKM
“Karena adanya pandemi ini, jelas menurun sekali. Tapi belum bisa diprediksi berapa persen. Hanya saja, H-1 valentine kemarin saja pembelinya sepi."
Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
“Biasanya kalau valentine buka bisa sampai jam 12 malam. Sekarang kan tidak bisa, hanya sampai jam 9 saja, jadi itu juga salah satu faktor penyebab penurunan penjualan,” katanya.
Baca juga: 7 Ide Kado Valentine Anti Mainstream Untuk Pasangan LDR
Baca juga: Super Manis, Ini 7 Ide Kado Valentine untuk Orang Tersayang, Nggak Melulu Bunga atau Cokelat
Di tempat ini tersedia aneka jenis bunga, mulai dari bunga mawar merah maupun mawar putih.
Tak hanya bunga hidup, juga ada bunga sintetis.
“Yang paling banyak dicari biasanya bunga mawar karena itu yang identik dengan valentine,” katanya.
Untuk satu bantang mawar, ia menjual seharga Rp 10 ribu.
Selain itu, juga menyediakan buket bunga, dengan harga mulai dari Rp 50 ribu.
“Tergantung pesanan juga, kalau harga awal untuk buket bunga mulai dari Rp 50 ribu,” katanya.
Dalam merangkai bunga ini ia dibantu oleh dua orang karyawan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penjual-bunga-valentine-di-jalan-sutoyo.jpg)