Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wawancara Tokoh

Lengser dari Kursi Bupati Bangli, Made Gianyar Kembali Jadi Dosen di Warmadewa

Bupati Bangli, I Made Gianyar, mengatakan kegiatan kemas-kemas baik di kantor maupun di rumah jabatan sejatinya sudah dilakukan sejak dua tahun lalu

Tangkapan layar Youtube
Bupati Bangli, I Made Gianyar, saat diwawancarai Tribun Bali belum lama ini. 

"Kalau pegawai mau naik pangkat, kan SKP-nya, nilainya harus naik terus. Selain itu penandatanganan pakta integritas para kadis, hingga dokumen-dokumen di BKPAD. Begitupun juga penandatanganan permohonan pindah pegawai," jelasnya. 

Pasca lengser dari sebagai Bupati Bangli, Gianyar mengaku prioritas utamanya akan kembali menjadi dosen di Universitas Warwadewa Denpasar setelah 20 tahun meninggalkan profesi tersebut.

Ia akan mengajar mahasiswa S1 di Fakultas Hukum, mengampu dua mata kuliah.

"Dulu baru 10 tahun menjadi dosen. Sekarang masih ada sisa tyang lagi 8 tahun, sehingga tyang fokus menjadi dosen mengajar mahasiswa. Nanti mulai mengajar pada Semester baru sekitar awal bulan Maret ini," ujarnya. 

Selain menjadi dosen, prioritas kedua yakni melanjutkan pendidikan S3 hukum.

Tak hanya itu, Gianyar juga berkeinginan menjadi seorang petani. "Tolong didoain biar bisa menjadi petani sukses," ucapnya. 

Di akhir wawancara, Made Gianyar juga mengaku telah menitipkan pesan via aplikasi whatsapp kepada pimpinan OPD, ASN di lingkungan Pemkab Bangli, serta masyarakat luas.

Bahwa dirinya akan mengakhiri jabatan pada tanggal 17 Februari. Dan Wakil Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta akan melanjutkan pengabdian menjadi Bupati Bangli. 

Pria 57 tahun itu juga menyampaikan di akhir masa jabatannya, semua hal yang bersifat administratif dan merupakan kewenangan Bupati, diharapkan agar cepat diselesaikan sebelum, dan atau sampai tanggal 17 Februari 2021.

Namun apabila karena sesuatu hal tidak dapat diselesaikan sebelum dan atau sampai tanggal 17 Februari 2021, pihaknya siap menandatangani kapan pun sesuai tempat yang disepakati. 

Lanjut Gianyar, sekiranya ada tugas, pekerjaan, baik tugas akibat pelaksanaan otonomi daerah, dekonsentrasi dan tugas pembantuan dari pemerintah atasan, pihaknya berharap agar dimasukkan dalam memori serah terima jabatan, untuk dilanjutkan pada fase pemerintahan berikutnya, sesuai sistem tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. 

Gianyar juga tidak memungkiri jika selama menjalankan tugas, tentu ada kekurangan karena keterbatasan waktu, kewenangan, anggaran dan kemampuan dalam menjalankan roda pemerintahan. Oleh karenanya ia memohon maaf yang sebesar-besarnya.

Lanjut dia, hubungan struktural, birokrasi, jabatan berbatas waktu, tapi hubungan persaudaraan, kekerabatan akan berjalan sepanjang masa, dan semoga hubungan silahturahmi akan tetap berjalan sampai akhir kehidupan.

"Kami yakin dan tentu akan mengiringi dengan doa dan perbuatan sebagai warga Bangli, semoga Kabupaten Bangli ke depan lebih maju, masyarakatnya lebih sejahtera dan bahagia," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved