Berita Denpasar
Pastor Paroki Katedral Denpasar: Ikuti Misa Rabu Abu Online, Ini Panduan Pertobatan Penerimaan Abu
Pastor Paroki Gereja Katedral Denpasar Romo Herman Yoseph Babey menjelaskan, pada masa pandemi Covid-19 tak mengurangi makna penerimaan abu saat
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pastor Paroki Gereja Katedral Denpasar Romo Herman Yoseph Babey menjelaskan, pada masa pandemi Covid-19 tak mengurangi makna penerimaan abu saat mengikuti Misa Rabu Abu secara online.
Hal ini disampaikan dalam Surat Edaran panduan perayaan Rabu Abu bagi umat yang mengikuti misa melalui live streaming kepada seluruh umat Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar.
Romo Babey menjelaskan petunjuk khusus saat upacara penerimaan abu dan memaknai penerimaan abu meskipun diikuti oleh umat secara online/live streaming.
Umat yang mengikuti Misa Rabu Abu secara online tidak diperkenankan untuk menyiapkan abu sendiri, lalu melakukan pemberkatan abu secara online maupun menaburkan abu pada dahinya sendiri.
Baca juga: Pernah Kabur Saat Ditahan, Juandri Dihukum Lebih Tinggi oleh Hakim PN Denpasar
"Sebagai pengganti, ketika dilaksanakan penerimaan abu, umat dapat berdoa dapam hari sebagai ungkapan tobat, seperti saat umat berdoa komuni batin/kerinduan," kata Romo Babey kepada Tribun Bali.
Romo Babey juga menjelaskan bahwa penerimaan abu merupakan simbolisasi dan sarana bagi umat yang menandai masa pertobatan.
"Marilah kita membangun sikap tobat yang penuh dalam hati kita. Selamat menjalankan masa Retret Agung kita dalam pantang, puasa, amal dan tobat hati kita," ajaknya.
Sementara itu secara umum, panduan mengikuti Misa Rabu Abu secara online umat mempersiapkan perangkat berupa handphone atau laptop serta akses internet yang mendukung.
Selain itu, juga persiapkan salib, lilin dan buku nyanyian dan mengikuti jalannya misa sebagaimana jalannya misa secara online di laman youtube Katedral Denpasar atau klik link http://youtube.com/katedraldenpasar .
Rangkaian Masa Pra Paskah Umat Katolik dimulai Rabu 17 Februari 2021 esok yang ditandai dengan Rabu Abu.
Menyikapi perkembangan kasus Covid-19 di Bali dan Indonesia, Keuskupan Denpasar mengeluarkan imbauan kepada umat yang datang ke gereja.
Ketua II Bidang Aksi Kemasyarakatan Dewan Pastoral Paroki (DPP) Gereja Katolik Katedral Denpasar, Vitalis Alexander menjelaskan, protokol kesehatan ketat diberlakukan salah satunya dengan pembatasan umat.
"Misa Pra Paskah Rabu Abu tetap sesuai protokol kesehatan, kuota maksimum Gereja Katedral 500 orang dan Gereja Immanuel 200 orang," kata Alex kepada Tribun Bali, Selasa 16 Februari 2021.
Bagi umat yang hadir di gereja wajib mengikuti aturan Protokol Kesehatan dari Satgas Paroki dan diimbau untuk datang lebih awal.
Baca juga: Pedagang Buah Musiman Menjamur di Denpasar, Durian Rp 45 Ribu Rambutan Rp 10 Ribu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/romo-herman-yoseph-babey-saat-memperagakan-penerimaan-abu-dalam-misa-rabu-abu.jpg)