Berita Denpasar

Pernah Kabur Saat Ditahan, Juandri Dihukum Lebih Tinggi oleh Hakim PN Denpasar

Juandri Okinda (37) dijatuhi hukuman pidana penjara selama sembilan tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Terdakwa Juandri telah dijatuhi hukuman 9 tahun penjara oleh hakim PN Denpasar. Dia dinyatakan bersalah karena terlibat peredaran narkotik jenis sabu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Juandri Okinda (37) dijatuhi hukuman pidana penjara selama sembilan tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Tingginya putusan hakim itu, karena didasari pertimbangan memberatkan, yakni terdakwa Juandri pernah kabur saat menjalani karantina Covid-19 di Hotel Ibis, Kuta, Badung.

Pelarian Juandri berakhir, setelah ditangkap oleh petugas gabungan dari kepolisian dan kejaksaan di sebuah kos daerah Depok, Sleman, Yogyakarta.

Juandri tidak sendiri, adalah rekannya yaitu Sanny Akbar yang juga ikut menjalani sidang putusan yang digelar secara virtual, Selasa, 16 Pebruari 2021.

Baca juga: Kembali Diringkus Jadi Kurir Narkotik di Denpasar Bali, Vicky Dihukum 8,5 Tahun Penjara

Sanny sendiri dijatuhi pidana penjara selama enam tahun oleh majelis hakim.

Kedua terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum melakukan permufakatan jahat, menerima, menyerahkan atau menjadi perantara dalam jual beli Narkotik golongan I.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI. No 35 tahun 2009 tentang Narkotik.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Juandri Okinda dengan pidana penjara selama sembilan tahun, denda Rp 1 miliar subsidiar tiga bulan penjara.

 Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Sanny Akbar dengan pidana penjara selama enam tahun, denda Rp.1 miliar subsidiar dua bulan penjara," tegas Hakim Ketua Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi.

Putusan majelis hakim turun dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, JPU menuntut Juandri dengan pidana penjara selama 13 tahun, sedangkan terdakwa Sanny dituntut tujuh tahun penjara.

Terhadap putusan majelis hakim itu, baik kedua terdakwa maupun JPU sama-sama menerima.

"Para terdakwa menerima, Yang Mulia," ucap Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar.

Diungkap dalam surat dakwaan JPU, ditangkapnya kedua terdakwa bermula dari laporan masyarakat yang diperoleh petugas kepolisian, bahwa mereka kerap mengedarkan narkotik.

Baca juga: Miliki Narkotik Jenis Baru Cookis, Defranson Minta Keringanan, Pasca Dituntut Enam Tahun Penjara

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved