Berita Bali

Miliki Narkotik Jenis Baru Cookis, Defranson Minta Keringanan, Pasca Dituntut Enam Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) di PN Denpasar telah melayangkan tuntutan pidana enam tahun penjara terhadap terdakwa Defranson Hutasoit (24).

Tribun Bali/Putu Candra
Defranson Hutasoit saat menjalani sidang virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah melayangkan tuntutan pidana enam tahun penjara terhadap terdakwa Defranson Hutasoit (24).

Defranson dituntut, karena dinilai terbukti memiliki narkotik jenis baru.

Berupa 6 paket padatan warna coklat atau disebut cookis yang mengandung narkotik 5F-MDMB-PICA. Atas tuntutan itu, terdakwa pun meminta keringanan hukuman. 

"Dalam persidangan virtual di PN Denpasar, klien kami atas nama Defranson dituntut pidana penjara selama enam tahun, denda Rp800 juta subsidair penjara enam bulan," ucap Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum terdakwa, Jumat 12 Pebruari 2021.

Karena 2 Tanaman Hias, Ibu di Denpasar Ini Harus Berurusan dengan Polisi

Residivis Kasus Pencurian Tertangkap Lagi Bersama Penadah di Gudang Ekspedisi Denpasar

Hari Ketiga PPKM Mikro di Denpasar, Pedagang dan Pengunjung Pasar Kreneng Terima Edukasi Petugas

Dikatakannya, usia Defranson dituntut, penasihat hukum langsung mengajukan pembelaan (pledoi) secara lisan.

Pada intinya, Kata Dewi Maria, terdakwa meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan putusan ringan.

"Terdakwa sudah mengakui terus terang perbuatannya, dan menyesal. Itu yang menjadi pokok alasan pembelaan kami," papar pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam surat tuntutan menyatakan, bahwa terdakwa kelahiran Mataram, 17 Desember 1995 ini telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotik.

Defranson dinilai melanggar Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotik. 

Diketahui, ditangkapnya terdakwa Defranson oleh petugas kepolisian dari Polresta Denpasar berdasarkan informasi masyarakat yang masuk.

Diinformasikan, bahwa terdakwa memiliki narkotik jenis baru, yakni padatan warna coklat atau cookis. 

Berbekal informasi itu, kemudian petugas kepolisian melakukan penyelidikan.

Pada hari Minggu, 4 Oktober 2020, pukul 19.00 Wita, terdakwa berhasil ditangkap di halaman parkir kost, Jalan Raya Sesetan, Gang Mulia Sari, Sesetan, Denpasar Selatan.

Lalu dilakukan penggeledahan, ditemukan 1 potong kertas aluminium foil yang berisi padatan warna coklat. Juga 2 plastik klip yang masing-masing berisikan padatan warna coklat. 

"Saat ditanyakan terkait temuan padatan warna coklat itu, terdakwa mengatakan jika nama padatan warna coklat tersebut adalah cookis yang mengandung narkotik. Juga terdakwa mengakui narkotik jenis baru itu adalah miliknya," ungkap Jaksa Sofyan Heru sebagimana tertera dalam surat dakwaan. 

Kembali didesak, terdakwa mengaku masih menyimpan narkotik di tempat tinggalnya, Jalan Panji, Desa Dalung Indah, Kuta Utara, Badung.

Petugas kepolisian pun kemudian bergerak ke tempat tinggal terdakwa untuk melakukan penggeledahan.

Hasilnya, kembali ditemukan 3 plastik klip berisikan padatan warna coklat atau cookis mengandung narkotik 5F-MDMB-PICA.

"Dari total 6 paket padatan warna coklat atau cookis yang mengandung narkotik 5F-MDMB-PICA diperoleh berat 7,91 gram netto," beber jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar itu. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved