Breaking News:

Serba Serbi

Buda Wage Ukir, Baik untuk Melakukan Renungan Suci saat Malam

Hari raya ini juga dikenal dengan nama Buda Cemeng Ukir dan dirayakan hari ini, Rabu 17 Februari 2021.

Tribun Bali/ Rizal Fanany
Ilustrasi sembahyang - Buda Wage Ukir, Baik untuk Melakukan Renungan Suci saat Malam 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Umat Hindu di Bali tak bisa dipisahkan dari ritual atau upacara.

Mulai dari Kajeng Kliwon yang rutin dilaksanakan setiap 15 hari sekali, begitupula Purnama Tilem dan hari raya besar lainnya termasuk Buda Wage Ukir.

Buda Wage Ukir ini dirayakan setiap enam bulan sekali atau 210 hari sekali.

Pertemua antara saptawara Buda (Rabu) dengan pancawara Wage serta wuku Ukir inilah yang disebut sebagai hari raya Buda Wage Ukir.

Baca juga: Cerdas, Terampil dan Cermat, Kapan Kelahiran Selasa Pon Ukir Hidup Bahagia?

Baca juga: Wuku Seminggu Ini Adalah Ukir, Begini Maknanya Dalam Lontar Sundarigama

Baca juga: Lahir Minggu Umanis Ukir, Cerdas dan Terampil dalam Bekerja, Nasibnya?

Hari raya ini juga dikenal dengan nama Buda Cemeng Ukir dan dirayakan hari ini, Rabu 17 Februari 2021.

Pada hari ini melakukan persembahan terhadap Sang Hyang Sri Nini, Dewa Sadhana pada tempat penyimpanan harta benda.

Hari ini juga tidak baik untuk membayar sesuatu.

Hari raya ini merupakan pemujaan terhadap Bhatara Rambut Sedana yang dilaksanakan di merajan keluarga, pemilik toko, pura khayangan tiga desa pakraman, maupun pura khayangan jagat di Bali.

Beberapa umat Hindu juga ada yang memaknainya dengan menghaturkan banten di tempat penyimpanan uang maupun di uangnya.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved