Breaking News:

Berita Bali

Membaca Lontar Tutur Pajyut, Duta Badung Juara I Ngwacen Aksara Bali

lontar berjudul Pajyut, lontar ini tergolong klasifikasi lontar satua koleksi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali yang diperkenalkan pertama kali ke publik

Dokumentasi Pemprov Bali
Membaca Lontar Tutur Pajyut, Duta Badung Juara I Ngwacen Aksara Bali 

Teks lontar ini, sedikit berbeda dengan gaya aksara Bali pada umumnya.

"Sebagian besar tulisan di lontar ini mengabaikan pasang aksara, pembaca harus jeli disini diperlukan kecerdasan merangkai menjadi kata-kata yang dimaksud, syukurnya ini masih bahasa Bali tetapi kalau bahasa Jawa Kuno lebih ribet lagi," tutur Suteja.

Meski demikian, jangan kapok karena kesulitan membaca lontar yang belum pernah sama sekali dibaca, apalagi teks lontar yang dipilih oleh panitia belum banyak dipublikasi.

Namun inilah proses latihan, semakin banyak yang membaca lontar banyak pula tutur yang bisa diungkap.

"Contohnya lontar satua Pajyut ini, ternyata panitia sangat tepat memberikan pilihan lontar ini untuk dijadikan bahan membaca aksara Bali, isi lontar tentang tutur berjudul Pajyut ini mengisahkan cerita logika di tengah perseteruan antara orangtua dan anak," tambah Prof. Dr. Drs. I Made Surada, M.A.,

Tutur ini sangat relevan dengan situasi kekinian, dua tokoh antara si ayah dan si anak berkonflik.

Dimana ayah mempertahankan sikap feodal atau tradisi agar si anak tetap tinggal di desa sedangkan anaknya sangat bertolak belakang.

Anaknya menentang dengan memberikan pandangan dengan nalar dan logika bahwa ada kehidupan modern yang harus ditempuhnya.

Contohnya, kenapa terlalu kaku dengan tradisi yang belum tentu kebenaranya, dan si anak memilih meninggalkan desanya.

Sang ayah tetap mempertahankan agar si anak tetap di desa namun anaknya lebih pada keyakinanya bahwa merantau jalan keluar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved