Berita Denpasar
Tak Ada Pengarakan dan Lomba Ogoh-Ogoh, Dana Pembinaan 417 ST di Denpasar Ditiadakan
Pengarakan ogoh-ogoh saat Pangerupukan di Kota Denpasar resmi ditiadakan. Oleh karenanya, dana pembinaan untuk Sekaa Teruna (ST) di Kota Denpasar juga
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengarakan ogoh-ogoh saat Pangerupukan di Kota Denpasar resmi ditiadakan.
Selain itu, lomba ogoh-ogoh juga ditiadakan karena masih mewabahnya Covid-19.
Oleh karena tidak adanya pengarakan dan lomba ogoh-ogoh, dana pembinaan untuk Sekaa Teruna (ST) di Kota Denpasar juga tak diberikan.
Baca juga: Tak Ada Lagi Anggaran Ogoh-ogoh untuk Sekaa Teruna di Badung, Kini Rp 12 M untuk Penanganan Covid-19
Baca juga: Sempat Direncanakan Terlaksana, Lomba Ogoh-Ogoh di Klungkung Bali Akhirnya Dibatalkan
Baca juga: MDA Bali Tegaskan Ogoh-ogoh Tak Wajib Saat Nyepi
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I GN Bagus Mataram yang diwawancarai Sabtu 20 Februari 2021.
Ia mengatakan, keputusan tersebut sesuai dengan surat edaran dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali terkait pelaksanaan Nyepi saka 1943 tahun 2021.
“Untuk lebih lanjut, kami akan mengadakan rapat kembali tentang hal ini setelah pelantikan Wali Kota dan Wakil Walikota,” kata Mataram.
Baca juga: 97 Sekaa Teruna di Denpasar Utara Siap Terima Insentif Ogoh-ogoh
Tak hanya terkait ogoh-ogoh, pihaknya juga mengikuti edaran terkait rangkaian perayaan Nyepi dari dari MDA dan PHDI Bali tersebut.
“Kota Denpasar sudah memastikan meniadakan lomba ogoh-ogoh yang biasanya digelar setiap tahun. Termasuk rangkaian dari pelaksanaan Nyepi, mulai dari melasti hingga pangerupukan juga akan mengacu pada edaran itu. Untuk melastinya nanti mungkin ngubeng atau bagaimana akan segera dirapatkan,” katanya.
Dengan tidak dilaksanakannya lomba dan pengarakan ogoh-ogoh, dana pembinaan untuk 417 ST juga tak keluar.
Dana pembinaan tersebut biasanya diberikan kepada 417 ST, setiap ST sebelumnya mendapatkan dana pembinaan sebesar Rp 10 juta.
“Untuk di anggaran induk sudah tidak ada. Namun, untuk di anggaran perubahan kami masih melihat situasi. Siapa tahu nanti kondisinya sudah bagus, maka kemungkinan saat pelaksanaan Denfest akan digelar lomba ogoh-ogoh,” katanya.
Mataram mengatakan, dana pembinaan untuk ST tersebut pada anggaran induk sudah dialihkan ke penanganan Covid-19.
Mataram menyarankan, ogoh-ogoh yang sebelumnya tidak diarak agar tetap disimpan.
Sebab, ogoh-ogoh itu masih bisa digunakan pada kegiatan selanjutnya jika situasi sudah kembali normal.
Untuk diketahui, Pangerupukan tahun 2021 dilaksanakan pada 13 Maret 2021 dan Nyepi pada tanggal 14 Maret 2021. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-dinas-kebudayaan-ign-bagus-mataram.jpg)