Tak Asal Jernih, Berikut Ciri-Ciri Minyak Goreng yang Tak Layak Digunakan
Selain jernih, ada beberapa ciri minyak goreng bekas atau sudah tidak layak dikonsumsi.
TRIBUN-BALI.COM - Selain jernih, ada beberapa ciri minyak goreng bekas atau sudah tidak layak dikonsumsi.
Minyak goreng memang jadi salah satu kebutuhan utama para ibu di dapur.
Makanya, ketika ada promo minyak goreng murah di pasar atau supermarket, kita pasti rela ikut-ikutan mengantre.
Padahal, membeli minyak goreng itu tidak boleh sembarangan, lo.
Soalnya, ada beberapa pedagang nakal yang menjual minyak goreng tak layak konsumsi.
Memang tampilannya bening dan jernih, tapi minyak goreng ini bisa jadi malapetakan bagi tubuh.
Karena itu, yuk kenali ciri-ciri minyak goreng yang bisa berbahaya bagi tubuh ini.
Baca juga: Tutorial Memasak Mi Instan dan Telur dengan Topping Emas Viral di TikTok, Gadis 19 Tahun Ini Senang
Baca juga: Tips Memasak Daging agar Empuk, Coba Lumuri dengan Tepung Ini Sebelum Dimasak
Baca juga: 5 Kesalahan Memasak Sayuran Ini Bikin Nutrisi Berkurang, Mencuci hingga Menjadikannya Jus
Jangan Beli Minyak Goreng dengan Ciri Ini
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berharap mulai Januari 2020 tidak ada lagi distribusi minyak goreng curah.
Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi.
Salah satunya adalah melalui program pengalihan minyak goreng curah ke minyak goreng kemasan.
Minyak goreng curah mengalami satu kali penyaringan, sedangkan minyak goreng kemasan mengalami dua kali penyaringan.
Namun, banyak pedagang nakal yang justru menjual minyak goreng curah hasil olahan minyak jelantah.
Melansir dari Jurnal Pendidikan Kimia Universitas Negeri Medan (Unimed), perlu diduga bahwa minyak goreng curah yang beredar di pasaran adalah hasil olahan dari minyak jelantah, sehingga kualitasnya pun tidak baik.
Sebab, minyak curah hasil olahan minyak jelantah sudah rusak zat gizi seperti beta-karoten.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-minyak-jelantah.jpg)