Breaking News:

Berita Gianyar

Dampak Pandemi, Pendapatan Parkir Gianyar Bali Turun

Kata dia, dia penurunan mencapai 50 persen, dimana hal ini juga menurunkan target PAD dari pendapatan parkir di tahun 2021 ini turun 50 persen.

Tribun Bali/Wayan Eri Gunarta
Kondisi parkir di salah satu pasar di Kabupaten Gianyar, Bali, Senin 22 Februari 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pandemi covid-19 yang telah berjalan sejak tahun telah memukul Pandapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar.

Bukan hanya dari sektor pariwisata, tetapi juga dari pendapatan retribusi parkir.

Dimana selama ini Pemkab Gianyar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar memiliki 48 titik parkir sebagai sumber pendapatan.

Dishub Gianyar mengkonfirmasi, pendapatan itu turun drastis. 

Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, Wayan Suamba, Senin 22 Februari 2021 membenarkan hal tersebut.

Baca juga: Terkait Dugaan Korupsi Pungutan Uang Parkir, Mantan Kepala Pasar Kumbasari Denpasar Diadili

Baca juga: Terkait Dugaan Korupsi Pungutan Uang Parkir, Mantan Kepala Pasar Kumbasari Denpasar Diadili

Kata dia, dia penurunan mencapai 50 persen, dimana hal ini juga menurunkan target PAD dari pendapatan parkir di tahun 2021 ini turun 50 persen.

"Sangat menurun, karena kegiatan masyarakat terbatas" ujarnya. Namun ia tak menyebutkan secara rinci pendapatan parkir sebelumnya. 

"Tahun 2021 target PAD dari restribusi parkir  Rp.4 miliar. Sementara terealisasai sampai januari baru Rp.155.680.000 atah baru 3.90 persen," ujarnya.

Selama ini, retribusi parkir ini bersumber dari48 titik larkir tersebar di seluruh Kecamatan di Gianyar.

Payangan 1 titik.Tegallalang 3 titik, Blahbatuh 10 titik, Ubud 5 titik, Sukawati 13 titik, Gianyar 13 titik tempat parkir.

Tempat parkir tersebut sebagian besar merupakan pasar dan objek wisata.

Sejumlah tukang parkir di Kabupaten Gianyar mengatakan, penurunan pendapatan parkir ini tak terlepas karena masyarakat mulai mengurangi aktivitas berbelanja.

Dalam hari normal, sejumlah ibu rumah tangga menjadikan berbelanja ke pasar sebagai aktivitas setiap hari.

Namun saat ini hal itu tidak tampak lagi.

"Dulu sampai hafal sama  wajah yang belanja, karena hampir tiap hari belanja ke pasar. Sekarang yang sering ke pasar sudah tidak terlihat lagi. Gara-gara ekonomi sulit," ujar seorang tukang Parkir di Blahbatuh. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved