Berita Bangli
Kasus Meningkat, Bangli Perpanjang PPKM, Satgas Kabupaten Tak Pungkiri Masih Kurang Pengawasan
Pelaksana tugas harian (Plh) Bupati Bangli, Ida Bagus Gede Giri Putra, memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Lebih lanjut Dirgayusa menyebutkan, dari segi zona desa, pasca PPKM sejumlah wilayah memang mengalami penurunan zona.
Terbukti dari total 9 zona merah, kini tinggal 7 zona merah.
Sementara zona oranye, dari semula dua desa, kini meningkat menjadi enam desa.
“Beberapa desa yang sebelumnya zona merah dan kini turun menjadi zona oranye, antara lain Desa Tamanbali, Kelurahan Kubu, Kelurahan Bebalang, termasuk Desa Awan, Kintamani. Sementara Desa Kintamani dari yang semula zona merah kini menjadi zona kuning,” ungkapnya.
Dilain sisi ada juga desa yang naik zona.
Seperti Kelurahan Cempaga yang semula zona kuning kini zona merah.
Begitupun Desa Jehem, Tembuku dan Desa Pengiangan, Susut yang semula zona kuning, kini menjadi zona merah.
Sementara berdasarkan data statistic perbandingan antara bulan Januari dan Februari, total kasus penyebaran virus Corona justru mengalami peningkatan.
Berdasarkan catatan Satgas, pada Januari total kasus paparan Covid-19 tercatat sebanyak 355 kasus.
Sedangkan pada bulan Februari total kasus telah mencapai angka 426 kasus.
Dirgayusa mengatakan, pihaknya belum bisa menganalisa penyebab peningkatan kasus sebaran Covid, di tengah penerapan PPKM mikro ini.
Sebab pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut.
“Tyang (saya) hanya baru bisa mengelola data berdasarkan perkembangan kasus saja. Jadi analisanya apa yang menyebabkan, kita belum menerima informasinya dari tim pengawas termasuk dari Satgas Desa,” ucapnya.
Namun, imbuhnya, secara kasat mata berdasarkan perkembangan kasus ini, pihaknya tak menampik dalam pelaksanaan PPKM di Bangli, Bali, kurang efektif.
Terutama segi pengawasan, khususnya dari Satgas Kabupaten.