Breaking News:

Corona di Bali

Plesiran ke Bali Harus Lewati Tahap Karantina di Hotel & WNA Langgar Prokes 2 Kali Bakal Deportasi?

Kabar baru menyebutkan bahwa Pemerintah Pusat berkoordinasi dengan Pemerintah Provisi Bali berencana memperketat protokol kedatangan orang dari luar

Dok. Pendam IX/Udayana
Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H. saat Rakor Teknis di Ruang Airlangga Makodam IX/Udayana, Denpasar, Bali, pada Selasa 23 Februari 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kabar baru menyebutkan bahwa Pemerintah Pusat berkoordinasi dengan Pemerintah Provisi Bali berencana memperketat protokol kedatangan orang dari luar Bali menuju Bali.

Pembahasan ini tertuang dalam Rapat Koordinasi Teknis yang diadakan oleh Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi RI melalui Video Conference (Vidcon).

Rakor tersebut diikuti oleh Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., yang mewakili Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., di Ruang Airlangga Makodam IX/Udayana, Denpasar, Bali, pada Selasa 23 Februari 2021. 

Pada saat membuka Rakor tersebut, Menko Marves RI melalui Staf Ahli Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves RI, Baja Sirait menyampaikan, protokol kedatangan orang dari luar Bali harus diperketat.

“Siapapun yang memasuki Bali melalui udara, laut dan darat harus diuji sebelum keberangkatan, diuji pada saat kedatangan, dikarantina untuk menginap secara Syariah di hotel (Staycation), kemudian diuji ulang setelah karantina," kata Baja Sirait.

"Jika semua hasil tes negatif, maka orang tersebut dapat melanjutkan aktivitasnya di Bali, termasuk pemberian kebijakan di bawah protokol kesehatan yang ketat hanya diberikan kepada pengemudi atau personel logistik," imbuhnya.

Kemudian untuk menelusuri kinerja di Puskesmas, pihaknya menegaskan bahwa hal tersebut harus diukur, diperbaiki dan dilaporkan setiap hari.

"Dengan targetnya antara lain 1 kasus yang dikonfirmasi dapat dideteksi oleh 15-30 kontak dekat, kemudian diuji dan dikarantina," ujarnya.

Lanjutnya, mengupayakan secara tegas protokol kesehatan, terutama mencegah rumpun upacara adat dan kegiatan sosial budaya lainnya dan penggunaan isolasi terpusat harus dilanjutkan dan didorong secara maksimal.

Halaman
123
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved