Breaking News:

Berita Tabanan

133 Bhabinkamtibmas Polres Tabanan Dilatih Jadi Petugas Tracking, Satu Polisi Bantu Tiap Desa

Sebanyak 133 Bhabinkamtibmas Polres Tabanan mendapat pelatihan untuk menjadi petugas kontak tracking di Mapolres Tabanan

Polres Tabanan
Suasana saat petugas Bhabinkamtibmas mengikuti pelatihan untuk menjadi petugas kontak tracking di Mapolres Tabanan, Rabu 24 Februari 2021 - 133 Bhabinkamtibmas Polres Tabanan Dilatih Jadi Petugas Tracking, Satu Polisi Bantu Tiap Desa 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebanyak 133 Bhabinkamtibmas Polres Tabanan mendapat pelatihan untuk menjadi petugas kontak tracking di Mapolres Tabanan, Bali, Rabu 24 Februari 2021.

Pelatihan yang akan digelar selama tiga hari ini (24-26 Februari 2021) akan membantu peran tenaga kesehatan di lapangan.

Pelatihan yang diberikan adalah seputaran cara melakukan kontak tracking yang langsung dilatih oleh petugas Dinas Kesehatan Tabanan.

"Saat ini sudah persiapan dan sedang melakukan pelatihan menjadi petugas tracking di masyarakat nanti. Jadi sifatnya Polri membantu petugas kesehatan untuk melakukan kontak tracking," kata Wakapolres Tabanan, Kompol I Ketut Gelgel, Rabu 24 Februari 2021.

Baca juga: Tracking Pada Zona Merah Covid-19 di Badung Akan Kembali Digalakkan

Baca juga: Terkait Pemulangan Paksa Jenazah Suspect Covid-19, Ini Kata Kadus Wanasari Denpasar

Baca juga: Sempat Dihentikan, Satgas Covid-19 Bangli Lanjutkan Karantina Terpusat

Kompol Gelgel menyebutkan, petugas yang dilibatkan adalah para Bhabinkamtibmas yang bertugas di 133 desa yang ada di Kabupaten Tabanan, Bali.

Artinya tiap desa ada satu petugas yang membantu.

Dengan bantuan ini, diharapkan proses tracking bisa berjalan lebih cepat.

"Semoga dengan tambahan petugas ini nanti bisa sekaligus sosialisasi untuk mencegah penyebaran yang lebih masif," harapnya.

Disinggung mengenai mekanismenya di lapangan, Kompol Gelgel menjelaskan, seluruh petugas ini diberikan seputaran cara melakukan kontak tracking yang langsung dilatih oleh petugas Dinas Kesehatan Tabanan selama tiga hari yakni mulai 24-26 Februari.

Kemudian, setelah pelatihan ini atau saat pelaksanaannya di lapangam nanti, mereka yang bertugas akan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) pada umumnya.

Artinya tidak menggunakan baju hazmat seperti para nakes.

"Jadi semua akan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). Mulai dari selop tangan, handsanitizer, bahkan facehiled. Mereka tidak dilengkapi baju hazmat mencegah masyarakat memiliki rasa trauma atau takut," jelasnya.(*).

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved