Breaking News:

Berita Badung

Tracking Pada Zona Merah Covid-19 di Badung Akan Kembali Digalakkan

Dalam menurunkan angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Badung, Bali, pemerintah setempat akan kembali menggalakkan proses tracking.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Tracking Pada Zona Merah Covid-19 di Badung Akan Kembali Digalakkan 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dalam menurunkan angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Badung, Bali, pemerintah setempat akan kembali menggalakkan proses tracking.

Proses tracking yang dimaksud yakni menyasar zona-zona merah yang ada di Badung.

Ada beberapa wilayah di Badung yang kini masih masuk zona merah menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Badung yakni Desa Blahkiuh dan Desa Darmasaba di Kecamatan Abiansemal, Desa Penarungan dan Kelurahan Lukluk di Kecamatan Mengwi, Kelurahan Benoa, Desa Ungasan, dan Kelurahan Jimbaran di Kecamatan Kuta Selatan, serta Kelurahan Kerobokan Kaja, Kelurahan Kerobokan Kelod dan Desa Dalung di Kecamatan Kuta Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, Dr Nyoman Gunarta mengatakan, pada wilayah yang masuk zona merah wajib melaksanakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dengan ketat.

Baca juga: Terkait Pemulangan Paksa Jenazah Suspect Covid-19, Ini Kata Kadus Wanasari Denpasar

Baca juga: Begini Kronologi Jenazah Suspect Covid-19 Diambil Paksa dari RSUD Wangaya Denpasar

Baca juga: Kenali “Swiss Cheese Model” Dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19

Bahkan dirinya akan langsung turun untuk melaksanakan tracking dengan melakukan rapid test antigen.

“Prosesnya nanti seperti dulu, saat ada terkonfirmasi positif Covid-19 kita langsung melakukan tracking dengan melakukan rapid antigen di wilayah tersebut,”ujarnya, Rabu 23 Februari 2021.

Desa atau Kelurahan yang masuk zona merah, wajib melaksanakan poin-poin dalam PPKM skala mikro secara ketat, diantaranya warung makan hanya boleh sampai pukul 21.00 Wita, perluasan tracing yaitu 20 sampai 30 tracing setiap satu kasus terkonfirmasi Covid-19.

Selanjutnya pemberlakuan karantina untuk yang kontak erat, kegiatan keagamaan maximal pelaksana upacaranya 50 orang.

“Kita kan masih banyak punya rapid antigen. Nanti itu yang akan kita gunakan. Bahkan jika ada yang positif Covid-19 akan kita lakukan karantina terpusat di salah satu hotel yang sudah kita siapkan,”papar dr. Gunarta.

Dengan banyaknya kasus positif atau zona merah di Kabupaten Badung, pihaknya mengaku akan melakukan pengecekan secara langsung.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved