Breaking News:

Myanmar

Militer Myanmar Dilarang Pakai Facebook dan Instagram, 137 LSM Desak PBB Embargo Senjata

Pengumuman Facebook disampaikan pada hari Kamis 25 Februari 2021 seperti dilansir dari kantor berita Reuters.

Editor: DionDBPutra
AFP/Ye Aung THU
Seorang pedemo melempar mawar di dekat lilin saat mereka mengambil bagian dalam demonstrasi menentang kudeta militer di Yangon pada 21 Februari 2021.Sejauh ini setidaknya empat orang tewas dalam aksi menentang kudeta di negeri itu. 

TRIBUN-BALI.COM, NAYPYIDAW – Manajemen akun sosial media terkemuka Facebok secara resmi melarang militer Myanmar memakai Facebook dan Instagram.

Sementara sebanyak 137 Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) mendesak PBB supaya menerapkan embargo senjata ke Myanmar.

Pengumuman Facebook disampaikan pada hari Kamis 25 Februari 2021 seperti dilansir dari kantor berita Reuters.

"Sejak kudeta 1 Februari 2021, termasuk kekerasan mematikan, telah memicu perlunya larangan ini," demikian pernyataan tegas Facebook.

Baca juga: Lebih dari 1.000 Warga Negara Myanmar Dideportasi dari Malaysia Ditengah Kekhawatiran Kudeta

Baca juga: Indonesia Bantah Dukung Pemilu Baru di Myanmar, KBRI Yangon Didemo

“Kami percaya risiko mengizinkan Tatmadaw ( nama resmi militer Myanmar ) di Facebook dan Instagram terlalu besar,” kata Facebook.

Junta militer Myanmar merebut paksa kekuasaan pemerintahan sipil setelah menahan pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dan sejumlah tokoh partai National League for Democracy (NLD) 1 Februari 2021.

Tatmadaw yang dipimpim Jenderal Min Aung Hlaing mengambil alih kekuasaan. Rakyat Myanmar lantas menentang kudeta tersebut. Mereka tak henti menggelar demonstrasi di seluruh negeri.

Pada awalnya, aksi protes dalam skala kecil. Namun belakangan, gelombang demonstrasi tak terbendung dan terus berlangsung di seluruh Myanmar.

Beberapa aksi demonstrasi berujung kekerasan. Sejauh ini sedikitnya tiga orang yang dilaporkan kehilangan nyawa mereka. Mereka ditembak aparat keamanan.

Menurut laporan Reuters, setidaknya tiga pengunjuk rasa dan satu polisi tewas sejak aksi demontrasi pecah di Myanmar 6 Februari 2021.

Baca juga: Militer Myanmar Keluarkan Ancaman Penggunaan Kekuatan Mematikan Setelah Adanya Seruan Mogok Massal

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved