Berita Gianyar

Pabrik Air Minum Dalam Kemasan Gianyar Hari Ini Diuji Coba, Berikut Spesifikasi Mesinnya 

Gianyar mineral water atau perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) milik Pemkab Gianyar akhirnya rampung, dan memasuki proses serah terima

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Gianyar mineral water atau perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) milik Pemkab Gianyar di Desa Bukian, Payangan, Gianyar, Bali, Kamis 25 Februari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Gianyar mineral water atau perusahaan air minum dalam kemasan ( AMDK) milik Pemkab Gianyar akhirnya rampung, dan memasuki proses serah terima dari rekanan ke Pemkab Gianyar, Kamis 25 Februari 2021.

Adapun mesin-mesin yang akan diuji cobakan di pabrik yang berdiri di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali ini terdiri dari tujuh unit, di antaranya, mesin galon yang dapat menghasilkan 270-300 galon per jam.

Mesin cup 240 mililiter (ml) yang dapat menghasilkan 160 dus per jam, mesin botol 330 ml yang menghasilkan 10 ribu - 12 ribu botol per jam.

Baca juga: Tunda Pembangunan, Desa Adat Saba Gianyar Alihkan Dana Rp100 Juta untuk Penanggulangan Covid-19

Baca juga: Waktu Berjualan Pedagang di Gianyar Kini Dibebaskan, Pemkab Hanya Atur Jam Layanan Makan di Tempat

Baca juga: Pedagang di Gianyar Bebas Layani Pesan Antar, SE Hanya Mengatur Makan di Tempat

Mesin botol 600 ml yang dapat menghasilkan 8.000 botol per jam.

Mesin botol 1500 ml yang menghadilkan 4000-5000 botol per jam.

Mesin botol beling 500 ml yang dapat menghasilkan 4500-5000 botol per jam.

Terakhir adalah mesin blowing atau mesin pembuat botol dari bahan baki freepom yang dapat menghasilkan 3600 sampai 4000 botol per jam. 

Dirut PDAM Gianyar, Made Sastra Kencana membenarkan hari ini pihaknya akan melakukan ujicoba mesin AMDK.

"Nanti kita lihat, mudah-mudahan seperti yang kita inginkan," ujarnya. 

Mahayastra Harap Pengusaha Ikut Berkontribusi

Diberitakan sebelumnya, Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan ( AMDK) berlogo Gianyar Mineral Water milik Pemkab Gianyar, telah disosialisasikan pada pengusaha hotel dan restoran di Kabupaten Gianyar.

Di mana mereka diwajibkan memanfaatkan usaha yang dikelola penuh Pemkab Gianyar tersebut. 

Menurut Mahayastra, hasil dari pembelian air ini, akan kembali dinikmati oleh pihak pengusaha.

Sebab semua pendapatan akan masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang nantinya digunakan untuk membangun Gianyar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved