Vaksinasi Bagi Guru Selesai Bulan Juni, Presiden Harapkan Juli Mulai Sekolah Tatap Muka

Presiden Joko Widodo menargetkan vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan guru selesai pada Juni 2021.

Editor: DionDBPutra
tangkap layar youtube Setneg
Presiden Jokowi menerima suntikan vaksin pertama Covid-19 buatan Sinovac pada Rabu 13 Januari 2021 di Istana Merdeka, Jakarta. Presiden targetkan program vaksinasi bagi guru, dosen dan tenaga pendidik selesai bulan Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA-Program vaksinasi Covid-19 untuk para guru, tenaga pendidik, dan dosen di Indonesia resmi dimulai hari Rabu 24 Februari 2021.

Presiden Joko Widodo meninjau pelaksanaan hari pertama vaksinasi Covid-19 untuk guru dan tenaga pendidik di SMA 70 Jakarta.

Presiden menargetkan vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan guru selesai pada Juni 2021.

Baca juga: Nadiem Makarim Targetkan Sekolah Dibuka Juli 2021 Setelah Vaksinasi Guru Selesai

Baca juga: Dalam Vaksinasi Tahap II di Bali, Kasdam IX/Udayana Usulkan Purnawirawan dan Warakawuri

"Tenaga pendidik dan kependidikan, guru, ini kita berikan prioritas agar nanti di awal semester kedua pendidikan tatap muka bisa kita mulai lakukan," ujarnya.

"Targetnya pada bulan Juni nanti 5 juta guru dan tenaga pendidik dan kependidikan semuanya insyallah sudah bisa kita selesaikan, sehingga di bulan Juli saat mulai ajaran baru semuanya bisa berjalan normal kembali," kata Presiden Jokowi.

"Ini karena tenaga pendidik dan tenaga kependidikan seperti guru penting. Ini kita berikan prioritas agar nanti diawal semester kedua pendidikan tatap muka bisa kita mulai lakukan," kata Presiden.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap program vaksinasi untuk guru, tenaga pendidik, dan dosen di seluruh Indonesia berjalan sesuai rencana.

Pada kesempatan sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, menyampaikan guru dari jenjang terendah yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Luar Biasa (SLB) akan diprioritaskan mendapatkan vaksin Covid-19.

Setelah itu diberikan kepada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Menurut Nadiem, jenjang pendidikan terendah merupakan jenjang pendidikan paling sulit untuk melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).Maka para guru dan siswa PAUD hingga SD dianggap paling membutuhkan belajar tatap muka.

Baca juga: RSUD Wangaya Sudah Vaksin 55 Orang Lansia Ber-KTP Denpasar,Yang Belum Diminta Segera Ikuti Vaksinasi

Selanjutnya, sudah belajar tatap muka, Nadiem mengingatkan kepada para siswa dan guru tetap mematuhi protokol kesehatan di sekolah.

"Kita ini harus bisa melatih kebiasaan baru, proses belajar tatap muka di sekolah dengan protokol kesehatan yang baik," tegas Nadiem dikutip dari Kompas.com.

Dilansir sehatnegeriku.kemkes.go.id, total sejumlah 5,8 juta guru dan tenaga pengajar akan divaksinasi Covid-19.

Vaksin untuk Pihak Swasta

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved