Breaking News:

Berita Bali

Dalam Vaksinasi Tahap II di Bali, Kasdam IX/Udayana Usulkan Purnawirawan dan Warakawuri

Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya mengikuti Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19.

Pendam IX/Udayana
Dalam Vaksinasi Tahap II di Bali, Kasdam IX/Udayana Usulkan Purnawirawan dan Warakawuri 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangka mendiskusikan tentang strategi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada Lansia dan pelayanan publik di wilayah Provinsi Bali, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Candra Wijaya mengikuti Rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19.

Rakor yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, digelar melalui video conference di Ruang Yudha Puskodalopsdam IX/Udayana, Senin 22 Februari 2021.

Mengawali Rakor, Sekda Provinsi Bali menyampaikan bahwa vaksinasi untuk Nakes di wilayah Provinsi Bali sudah terselenggara dengan baik dan bahkan mendapat peringkat yang baik juga di tingkat Nasional.

Hanya saja proses vaksinasi sempat tertunda beberapa hari dikarenakan stok vaksin tersebut telah habis.

Baca juga: Wayan Githa Antusias Divaksin, 50 Warga Ikuti Vaksinasi Covid-19 di RSUD Bali Mandara

Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 di AS Lebih dari Setengah Juta Orang, Paling Mengerikan di Dunia

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua Untuk Lansia di Denpasar, Wayan Githa: Saya Malah Senang Divaksin

"Pada hari Minggu kemarin, Kemenkes telah mengirim kembali stock vaksin sebanyak 130.300 dosis untuk Provinsi Bali. Dosis vaksin tersebut akan kita bagi dua dikarenakan tiap orang mendapat dua kali vaksin dan itu sudah cukup untuk 65.000 orang," ujar Made Indra.

"Hari ini vaksin sudah didorong ke seluruh kabupaten/kota se Bali, maka saya tekankan agar paling lambat besok sudah bisa mulai melanjutkan vaksinasi untuk tenaga kesehatan yang belum tervaksin sampai tuntas," sambungnya.

Namun demikian, sesuai dengan arahan dari Menkes RI, vaksinasi tahap kedua tersebut dimulai dan difokuskan dari Kota Denpasar dengan prioritas utama yaitu kepada kelompok Lansia.

Sehingga sambil menunggu tuntasnya Vaksinasi Nakes yang belum divaksin, para vaksinator memfokuskan Kota Denpasar dengan menyasar kepada kelompok Lansia, kemudian baru tenaga pendidik, TNI-Polri, Pedagang Pasar, Tokoh Agama, Wakil Rakyat, Pejabat Negara, Pegawai Pemerintah, Atlet, Wartawan dan Pekerja Pariwisata yang harus divaksin.

Menanggapi hal tersebut, Kasdam IX/Udayana menyampaikan bahwa dengan penunjukan Rumah Sakit Tk. II Udayana sebagai pelaksana vaksinasi, Jajaran Kodam IX/Udayana pun pada intinya sudah siap untuk membantu pelaksanaan vaksinasi.

Namun demikian, pada kesempatan beberapa hari ini akan difokuskan terlebih dahulu kepada Tenaga Kesehatan TNI AD dan PNS yang belum melaksanakan vaksinasi.

"Kemudian kami juga sudah menyampaikan kepada Lansia di lingkungan kami, yaitu Para Purnawirawan dan Warakawuri di Kota Denpasar untuk segera divaksin pada minggu ini. Prioritas selanjutnya adalah Para Babinsa di Jajaran Kodim 1611/Badung dan petugas-petugas TNI lainnya yang berada di lapangan. Setelah itu, jika memang dibutuhkan kembali, maka kami akan membuat skala prioritas selanjutnya," ujar Kasdam.

Hadir mendampingi Kasdam IX/Udayana dalam Rakor di Ruang Yudha Puskodalopsdam IX/Udayana, yakni Karumkit Tk. II Udayana, Waaspers Kasdam IX/Udayana beserta staf terkait lainnya.(*).

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved