Breaking News:

Berita Gianyar

OTT di Payangan Gianyar Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Meskipun kedua tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali tidak ditahan di Mapolres Gianyar, dan dikenakan wajib lapo

Net
Ilustrasi - OTT di Payangan Gianyar Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Meskipun kedua tersangka Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali tidak ditahan di Mapolres Gianyar, dan dikenakan wajib lapor setiap hari.

Namun pengumpulan data terkait kasus ini terus berjalan.

Di mana, saat ini sudah masuk tahap pemberkasan dan dalam waktu dekat, kasus OTT Perbekel Melinggih, I Nyoman Surata dan Kelian Banjar Griya, I Nyoman Pania akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar.

Baca juga: Gianyar Miliki Pabrik Air Mineral, Uji Coba Sukses, Pemasaran Tunggu Sejumlah Syarat

Baca juga: Tersangka OTT Tak Ditahan, Kapolres Gianyar: Wajib Lapor Setiap Hari

Baca juga: Tersangka OTT di Payangan Gianyar Tak Ditahan, Dinas PMD Tak Bisa Tunjuk Pelaksana Tugas

Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Made Adnyana, Jumat 26 Februari 2021 mengatakan, hingga saat ini kedua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut masih belum ditahan.

Seperti alasan sebelumnya, hal itu karena sel tahanan di Mapolres Gianyar masih dalam perbaikan.

Sementara sel tahanan di polsek-polsek juga penuh, karena tahanan Polres Gianyar dititipkan di sana.

Meskipun demikian, ia menegaskan pemeriksaan terkait kasus ini tetap berjalan.

Baca juga: Fakta dan Kronologi Kasus OTT Kelian & Perbekel di Payangan Bali, Istri Kades Duga Suaminya Dijebak

Baca juga: BREAKING NEWS - Kelian dan Perbekel di Payangan Gianyar Diduga Kena OTT

"Pemeriksaan tetap berjalan. Jadi sekarang ini, tahap pemberkasan. Kemudian, kalau sudah dikirim ke kejaksaan nanti kita Informasikan lagi," ujar Kapolres asal Klungkung tersebut.

Dia mengungkapkan, dalam kasus ini, pihaknya telah memeriksa sebanyak tujuh orang saksi.

Sementara barang bukti yang telah di sita, meliputi uang tunai Rp 5 juta dan surat pernyataan yang menjadi objek dari pungutan liar (pungli) tersebut.

"Saksi ada tujuh orang. Bukti-buktinya sudah kita sita, berupa uang Rp 5 juta, surat pernyataan yang menjadinya," ujarnya.

"(Tersangka) tidak ditahan. Alasannya, pertama, berkaitan dengan situasi covid, kedua, memang ruang tahanan sedang direnovasi, dan saat sekarang ini juga tahanan di Polres kita titip di polsek," ujarnya.

AKBP Dewa Adnyana menegaskan, meskipun tidak ditahan, ia memastikan hal tersebut tidak akan menganggu proses pemeriksaan.

"Barang bukti sudah kita sita, dan yang bersangkutan juga kooperatif. Nanti perkembangannya seperti apa, kami akan informasikan lagi," tandasnya (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved