Berita Gianyar

Tersangka OTT Tak Ditahan, Kapolres Gianyar: Wajib Lapor Setiap Hari

Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Made Adnyana membenarkan bahwa kedua tersangka OTT Perbekel Melinggih dan Kelian Banjar Griya tidak ditahan

Gambar oleh 4711018 dari Pixabay
Foto ilustrasi - Tersangka OTT Tak Ditahan, Kapolres Gianyar: Wajib Lapor Setiap Hari 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Made Adnyana membenarkan bahwa kedua tersangka OTT Perbekel Melinggih dan Kelian Banjar Griya, Payangan, Gianyar, Bali, tidak ditahan.

Namun hanya dikenakan wajib lapor.

Hal itu karena sel tahanan Polres Gianyar sedang dalam perbaikan.

Sementara sel tahanan di Polsek-Polsek penuh karena tahanan Polres juga dititip di Polsek.

Baca juga: Tersangka OTT di Payangan Gianyar Tak Ditahan, Dinas PMD Tak Bisa Tunjuk Pelaksana Tugas

Baca juga: UPDATE - Dikenakan Wajib Lapor, Tersangka OTT di Gianyar Tak Ditahan karena Perbaikan Sel

Baca juga: Perbekel dan Kelian Tersangka, OTT Pungli di Payangan Gianyar, Istri Menduga Suaminya Dijebak

"Sementara dikenakan wajib lapor setiap hari. Sel di Polsek juga penuh karena yang di Polres semua dititip sementara di Polsek," ujarnya, Selasa 16 Februari 2021.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Dewa Ngakan Ngurah Adi, saat ditanya apakah sudah menunjuk pelaksanaan tugas (Plt) Perbekel Melinggih, ia mengatakan tidak.

Hal tersebut karena yang bersangkutan masih bisa menjalankan fungsi sebagai perbekel, lantaran tidak ditahan.

"Belum di-plt-kan. Karena yang bersangkutan tidak ditahan. Masih bisa melaksanakan tugas," ujarnya.

Terkait statusnya sebagai tersangka, Ngakan Adi kembali menegaskan, lantaran belum ditahan sehingga belum diberhentikan sementara.

"Walau sudah tersangka, tapi kan dalam UU desa dan Perda, status tersangka, bupati dapat memberhentikan sementara. Kata dapat itu, sepanjang misalnya tidak ditahan, masih bisa melaksanakan tugas artinya belum diberhentikan sementara," ujarnya.

"Kecuali misalnya ditahan, kan tidak mungkin melakukan tugas," imbuhnya.

Seperti diberitakan, Perbekel Melinggih dan Kelian Banjar Griya, Payangan ditangkap karena dugaan pungutan liar (pungli) terkait surat sertifikat tanah.

Dimana saat itu korban mau meminta rekomendasi dari Kelian Banjar Griya. Korban diketahui mebanjar adat di Banjar Gria, sementara banjar dinasnya di Denpasar.

"Awalnya kelian menolak, tapi kemudian justru balik bertanya ke korban. Apa jadi minta rekomendasi? Wani piro (berani berapa) jadi masuk unsur pemerasan. Akhirnya ketemu, diintip sama intel. Akhirnya OTT," ujar seorang sumber.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved