Berita Denpasar

Langgar Prokes, Satgas Covid-19 Kecamatan Denut Denpasar Bali Bubarkan Pengunjung Kafe

Nyoman Lodra mengatakan pihaknya membubarkan pengunjung yang ada kafe tersebut, karena tempat usaha tersebut menerima pelanggan lebih dari 50% atau le

Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
Kecamatan Denpasar Utara
Pembubaran pengunjung kafe di kawasan Jalan Gatot Subroto Tengah 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satgas covid-19 Kecamatan Denpasar Utara membubarkan pengunjung kafe di wilayah Jalan Gatot Subroto.

Pembubaran ini dilaksanakan pada Sabtu 27 Februari 2021 malam saat kegiatan sosialisasi protokol kesehatan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat.

Camat Denpasar Utara, I Nyoman Lodra mengatakan pihaknya membubarkan pengunjung yang ada kafe tersebut, karena tempat usaha tersebut menerima pelanggan lebih dari 50% atau lebih dari fasilitas yang telah ditentukan.

Hal itu pun memicu terjadinya kerumunan.

Tidak hanya itu pelaku usaha tersebut melewati jam operasional makan di tempat.

Baca juga: Jadi Desa Terbersih Ketiga di Dunia, Menparekraf Apresiasi Penerapan Prokes di Desa Penglipuran Bali

Baca juga: Tim Yustisi Kota Denpasar Jaring 14 Pelanggar Prokes, 13 Orang di-Rapid Antigen

Baca juga: Plesiran ke Bali Harus Lewati Tahap Karantina di Hotel & WNA Langgar Prokes 2 Kali Bakal Deportasi?

Padahal menurut aturan, untuk makan di tempat dibatasi hingga pukul 21.00 Wita.

“Pengunjung juga tidak menerapkan protokol kesehatan. Untuk mencegah penularan Covid-19, maka dalam kegiatan itu kami langsung membubarkan pengunjung yang ada di sana,” kata Lodra, Minggu 28 Februari 2021.

Hal itu harus dilakukan untuk menekan terjadinya penularan covid-19.

Mengingat kasus covid 19 di Kota Denpasar masih tinggi.

Atas pelanggaran yang dilakukan pihaknya  memberikan peringatan keras dan sanksi pembinaan.

Jika dikemudian hari kembali melanggar maka akan diserahkan ke Satpol PP Kota Denpasar untuk ditindak lebih lanjut. 

Dalam penertiban ini pihaknya juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan dengan mentaati protokol kesehatan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, dan mentaati aturan.

Dalam kesempatan itu, Lodra juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Lodra juga mengharapkan para pelaku usaha mematuhi jam operasional yang telah diterapkan.

Bagi usaha rumah makan, restoran, warung dan sejenisnya masih diijinkan melayani sesuai jam operasional usaha tetapi dengan pelayanan pesan antar atau take away. 

Baca juga: Operasi Gaktib dan Yustisi TA 2021, Prajurit TNI Diingatkan Wajib Patuh Pada Disiplin Prokes

Baca juga: Berstatus Zona Kuning, Desa Takmung Klungung Bali Akan Atur Prokes Melalui Pararem di Desa Adat

Baca juga: Pelanggar Prokes di Denpasar Dapat Tes Rapid Antigen Gratis di Tempat, Hari Ini Terjaring 9 Orang

“Yang terpenting adalah tempat usahanya menerapkan protokol kasehatan. Supaya tidak ada penambahan kasus covid-19 lagi. Apabila kasus terus meningkat akan sulit melakukan pemulihan ekonomi, oleh karena itu mari menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved