Breaking News:

Sponsored Content

Kegiatan PKM Bangkitkan Ekonomi Warga Tabanan Lewat Produksi Dodol & Pemanfaatan Limbah Kulit Jagung

Penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan kewajiban penting yang harus dijalankan oleh masing-masing instansi Pendidikan, baik negeri

istimewa
Suasana kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) STIKES Bina Usada di Desa Kesiut, Tabanan 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan kewajiban penting yang harus dijalankan oleh masing-masing instansi Pendidikan, baik negeri maupun swasta.

Salah satu tri dharma yang harus dijalankan oleh perguruan tinggi berupa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk dapat menerapkan ilmu yang didapat ke masyarakat, sehingga dapat bermanfaat bagi orang banyak.

Namun, kondisi pandemi ini, cenderung menghambat terselenggaranya kegiatan tri dharma yang telah dijalankan sekian lama.

Meski demikian, dosen-dosen STIKES Bina Usada tetap berupaya melaksanakan PKM untuk membantu masyarakat.

Baca juga: Tabanan Sasar Kos-kosan untuk Isolasi OTG-GR, Berikan Income ke Masyarakat Pemilik Kos

Kegiatan PKM kali ini dijalankan dengan memperhatikan permasalahan yang ekonomi dan lingkungan yang tengah dialami oleh masyarakat Tabanan, sehingga dapat membantu bangkitnya kehidupan perekonomian masyarakat di era pandemi.

Daerah yang disasar dalam kegiatan ini adalah salah satu daerah terpencil yaitu Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini telah berlangsung pada hari Sabtu, 27 Februari 2021 bertempat di kantor Prebekel Desa Kesiut dengan menerapkan protokol kesehatan dan dihadiri oleh Prebekel serta para ibu PKK Desa Adat Kesiut sebagai peserta.

Kegiatan yang berupa Program Kemitraan Masyarakat Stimulus ini diketuai oleh dosen STIKES Bina Usada yaitu Ni Komang Purwaningsih, S.S., M.Hum dan beranggotakan Si Putu Agung Ayu Pertiwi Dewi, S.S., M.Hum dan Ns. Komang Yogi Triana, M.Kep., Sp.Kep.An sebagai pelaksana yang bertujuan untuk membangkitkan perekonomian kreatif masyarakat setempat.

Para pelaksana kegiatan melihat potensi ibu-ibu PKK Kesiut yang memiliki keahlian dalam membuat jajanan bali, salah satunya dodol.

Selain itu, para pelaksana kegiatan juga melihat adanya peluang sumber daya alam setempat yang dapat dimanfaatkan untuk perekonomian, yaitu berupa limbah kulit jagung yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai kulit pembungkus dari dodol.

Melihat peluang tersebut, kegiatan pengabdian ini pun terlaksana dengan menggandeng pembicara dari Sekolah Perhotelan untuk memberi pemahaman kepada para ibu-ibu PKK mengenai cara pengolahan dodol yang baik dan memiliki ciri khas daerah setempat, dan cara mengemas dodol dengan menarik dan kreatif, serta cara memasarkan dodol ke masyarakat luas.

Adapun varian rasa Dodol Kesiut yang tercipta pada kegiatan ini antara lain: rasa original, daun suji, ketan, dan nangka.

Para pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat juga menyumbangkan beberapa peralatan memasak untuk PKK setempat sebagai upaya untuk menstimulasi Ibu-Ibu PKK untuk berkarya ke depannya.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti semua kegiatan dari materi hingga workshop pembuatan dodol dan pengemasannya

Baca juga: Bupati Sanjaya Pantau Langsung Proses Vaksinasi Covid-19 Untuk Jurnalis Tabanan Bali

Pada akhir kegiatan, Prebekel Desa Adat Kesiut menyampaikan rasa terima kasih nya atas terselenggaranya kegiatan ini

Dan bertekad akan mendukung keberlanjutan usaha Dodol Kesiut ini untuk memajukan perekonomian masyarakat Desa Kesiut. (*)

Editor: Wema Satya Dinata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved