Breaking News:

Berita Bali

PHDI Bali Tegaskan Perayaan Hari Suci Nyepi Tetap Sehari, Pengarakan Ogoh-ogoh Tahun Ini Ditiadakan

Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., menegaskan bahwa Nyepi tetap dilaksanakan selama satu hari penuh pada Minggu 14 Maret

Tribun Bali/Putu Supartika
Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menyikapi isu yang beredar di kalangan masyarakat, ihwal Hari Raya Nyepi dilaksanakan tiga hari, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) membantahnya.

Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., menegaskan bahwa Nyepi tetap dilaksanakan selama satu hari penuh pada Minggu 14 Maret 2021.

“Berkaitan dengan Nyepi, kami tegaskan dari PHDI dan MDA Provinsi Bali, Nyepi atas isu beredar tidak ada tiga hari. Nyepi tetap satu hari. Tidak ada dalam lontar Nyepi tiga hari.

Kita tidak berani mengubah sastra dan sumber-sumber sastra, serta dresta yang sudah berjalan. Nyepi tetap satu hari, tidak ada tiga hari,” tegas Prof. Sudiana kepada wartawan, Rabu 3 Maret 2021.

Baca juga: Pimpin Anev Mingguan, Kapolda Bali Singgung Soal Atensi Nyepi Hingga Senjata Api Personel

Adapun keputusan tersebut mengacu Surat Edaran Bersama (SKB) Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Nomor 009/PHDI-Bali/2021 – Nomor 002/MDA-Prov Bali/2021 tentang pelaksanaan Nyepi Tahun Saka 1943 di Bali.

SKB tersebut ditandatangani pada Selasa 19 Januari 2021 secara resmi oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., dan Bandesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.

“Nah kalau ada yang menginformasikan kalau Nyepi tiga hari, itu informasi yang keliru lah. Itu juga jangan dibesar-besarkan, karena sudah jelas dalam Surat Edaran Bersama, PHDI dan MDA Provinsi Bali, Nyepi itu hanya sehari," jelasnya

Terkait arak-arakan ogoh-ogoh di saat Pengerupukan atau sehari sebelum Nyepi, yang biasanya digelar pemuda-pemudi Bali pada sebelum masa pandemi Covid-19, namun kali ini, bakal sama dengan perayaan tahun 2020 lalu, tidak ada arak-arakan ogoh-ogoh

Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kerumunan mencegah munculnya klaster baru Covid-19.

Halaman
12
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved