Breaking News:

Berita Bali

Setahun Pandemi Covid-19 di Bali, Begini Jerit Kusuma, Karyawan Pariwisata yang Dirumahkan

Made Kusuma Jaya sudah dirumahkan selama delapan bulan oleh Hotel tempatnya bekerja

Gambar oleh StockSnap dari Pixabay
Ilustrasi Foto Pria Sedih - Setahun Pandemi Covid-19 di Bali, Begini Jerit Kusuma, Karyawan Pariwisata yang Dirumahkan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sudah genap setahun pandemi Covid-19 merebak di Provinsi Bali.

Banyak masyarakat yang sangat terdampak pandemi Covid-19.

Masyarakat yang bekerja di bidang pariwisata banyak yang dirumahkan.

Bahkan tidak sedikit yang juga di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) oleh Hotel atau sektor pariwisata tempatnya bekerja.

Baca juga: Waspadai Gejala Covid-19 Jenis Baru Atau B117, Sudah Masuk di Indonesia Dan Disebut Kasus Impor

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap Ke II Gelombang I di Bali, Kodam IX/Udayana Prioritaskan Aparat Teritorial

Baca juga: Jadwal Vaksin Covid-19 Untuk DPRD Badung Bali Tidak Dibatasi

Seperti yang dialami oleh Made Kusuma Jaya yang bekerja di sektor pariwisata.

Pria berumur 25 tahun ini sudah dirumahkan selama delapan bulan oleh Hotel tempatnya bekerja.

Hingga saat ini ia juga belum mendapatkan pekerjaan baru padahal sudah menyebarkan surat lamaran.

Dan setelah setahun pandemi Covid-19 berlangsung di Provinsi Bali, ia turut memberikan pendapatnya.

Menurutnya setelah dirumahkan ia sangat kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan kembali.

"Pendapat saya mengenai sudah setahunnya pandemi ini berlangsung, sebagai pekerja pariwisata, akibat pandemi ini saya kehilangan pekerjaan dan sulit untuk mencari pekerjaan lain. Karena di Bali mengandalkan sektor pariwisata Dan bukan hanya pelaku pariwisata saja yang terdampak, hampir semua sektor terkena dampaknya di Bali," ungkapnya, Rabu 3 Maret 2021.

Ia juga berharap semoga pemerintah dapat segera kembali membuka pariwisata di Bali agar setidaknya masyarakat dapat menyambungkan perekonomiannya kembali.

"Semoga pemerintah dapat kembali membuka pariwisata dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sehingga pariwisata di Bali dapat bangkit dan perekonomian kembali normal seperti dahulu," imbuhnya.

Sementara, menurutnya pemberian BLT belum dirasakan optimal oleh masyarakat, serta kegiatan PKM dirasa seperti membebankan masyarakat dengan usaha kecil.

"Program pemerintah dalam menanggulangi Covid sudah bagus, seperti contohnya pemberian BLT dan PKM, namun masih belum optimal dirasakan oleh masyarakat, karna BLT yang belum menyeluruh diterima oleh masyarakat dan PKM yang cenderung memberatkan pelaku usaha kecil," tutupnya.(*).

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved