Berita Buleleng

Ketua BumDes Tirtasari Buleleng Ditetapkan Tersangka, Uang Puluhan Juta Rupiah Dipakai untuk Pribadi

Pria yang merupakan Ketua BumDes Sadu Amerta, Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Beleleng ini ditangkap lantaran melakukan penyalahgunaan kewenangan,

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Polisi menggiring tersangka Gede Sukarada ke rutan Mapolres Buleleng, Kamis (4/3/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Seolah tak ada penyesalan, Gede Sukarada (49) senyum-senyum di hadapan polisi dan awak media.

Pria yang merupakan Ketua BumDes Sadu Amerta, Desa Tirtasari, Kecamatan Banjar, Beleleng ini ditangkap lantaran melakukan penyalahgunaan kewenangan, lalu menggunakan dana yang ada di BumDes untuk kepentingan pribadinya.

KBO Reskrim Polres Beleleng, Suseno ditemui Kamis 4 Maret 2021 mengatakan, kasus ini mulai diselidiki oleh pihaknya sejak April 2020.

Dimana, tersangka Gede Sukarada diindikasi melakukan penyalahgunaan kewenangan sejak 2014 hingga 2017.

Baca juga: UPDATE Dugaan Mark-Up Dana Hibah Pariwisata Buleleng, Kejari Terima Lagi Pengembalian Uang Rp 2 Juta

Sukarada  menggunakan nama enam keluarga dan kerabatnya untuk meminjam uang di BumDes tempat ia bekerja, sebesar Rp 87 juta lebih.

Setelah didapatkan, dana itu kemudian digunakan oleh tersangka Sukarada untuk kepentingan pribadinya.

Sementara pelunasan kreditnya bukannya disetor ke kas Bumdes, malah digunakan oleh Sukarada untuk kepentingan pribadinya.

Setelah beberapa bulan melakukan penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan Sukarada sebagai tersangka

Dan langsung dilakukan penahanan pada Senin 1 Maret 2021 lalu.

Polisi juga menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 67 juta lebih.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Sukarada dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU RI  Nomor 31 Tahun 1999 Jo UU RI No. 20 Tahun 2001 perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan TP Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Subsidair  Pasal 3 Jo Pasal 18 UU RI No 31 tahun 1999 Jo UU RI No. 20 Tahun 2001 perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan TP Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman  paling lama 20 tahun penjara.

Sementara tersangka Sukarada tidak menampik jika dirinya sempat menyuruh keluarga dan kerabatnya untuk meminjam uang di BumDes Sadu Amerta

Yang mana uang tersebut ia gunakan untuk biaya berobat dan kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Kucuran Dana BKK dari Pemprov Bali Batal, Proyek Lanjutan RTH Bung Karno di Buleleng Mandek

 "Yang minjam uang itu memang atas nama orang lain.

 Tapi setelah di luar, uangnya itu saya yang pakai karena saat itu saya sedang sakit stroke ringan sejak 2013 hingga 2016," pungkasnya sembari senyum-senyum. (*) 

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved