Berita Badung

Pastikan Pengelolaan Vaksin Covid-19 Baik, Kepala BPOM RI Kunjungi Puskesmas Abiansemal I Badung

Wilayah Bali kini menjadi sasaran pertama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk ditinjau penggunaan vaksin Covid-19.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Kepala BPOM Penny K Lukito saat memantau distribusi vaksin Covid-19 di Puskesmas Abiansemal I, Badung, Kamis 4 Maret 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Wilayah Bali kini menjadi sasaran pertama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk ditinjau penggunaan vaksin Covid-19.

Bahkan Kamis 4 Maret 2021, Kepala BPOM Penny K Lukito langsung memantau distribusi vaksin Covid-19 ke Instalasi Farmasi Pemerintah (IFP) Kabupaten Badung yang terletak di Puskesmas Abiansemal I,Jalan Ciu Wanara, Blahkiuh, Badung.

Kunjungan Penny tersebut guna memantau apakah pengelolaan distribusi, penyimpanan, dan penggunaan vaksin Covid-19-19 telah sesuai Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) demi menjaga mutu vaksin sepanjang rantai distribusi.

Pasalnya sampai saat ini program Nasional Vaksinasi Covid-19 terus bergulir di tengah masyarakat yang bertujuan untuk membentuk kekebalan komunitas ( herd immunity).

Dimulai Hari Ini, Vaksin Tahap II Dosis I di Karangasem Bali Sasar 4.760 Orang

“Jadi pemerintah terus melakukan upaya terbaik dalam penyediaan vaksin Covid-19 yang aman, berkhasiat dan bermutu melalui distribusi dan penyimpanan vaksin di sarana Instalasi Farmasi Pemerintah dan sarana Pelayanan Kesehatan sesuai cara distribusi dan pengelolaan obat yang baik.

Jadi kami di sini mengambil peran untuk proaktif memperkuat pengawasan distribusi vaksin di seluruh Indonesia,” ujarnya di sela-sela melakukan pemantauan di Puskesmas Abiansemal I.

Menurutnya Vaksin covid-19 yang didistribusikan saat ini harus disimpan dengan suhu 2-8 derajat Celcius.

Suhu pengiriman dan penyimpanan vaksin Covid-19 itu pun harus terus dijaga untuk mencegah terjadinya penurunan mutu vaksin sampai dengan penggunaan akhir di masyarakat.

“Peningkatan kompetensi kepada petugas pengelola IFP juga tak luput dari perhatian kami.

Petugas pengelola IFP yang menangani vaksin harus kompeten dalam menerapkan CDOB untuk menjaga mutu vaksin,” bebernya

Dengan pemantauannya di IFP Kabupaten Badung, dirinya mengakui bahwa IFP Kabupaten Badung memiliki komitmen dalam melaksanakan pengelolaan vaksin yang baik dan sesuai standar.

 Bahkan dirinya berharap IFP dapat terus melaksanakan perbaikan berdasarkan rekomendasi UPT Badan POM.

“Jaminan terhadap keamanan, mutu, dan khasiat vaksin merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan BPOM akan terus proaktif menjalin koordinasi dan kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Daerah (Dinas Kesehatan) guna mensukseskan program Vaksinasi Covid-19 sesuai tugas dan fungsinya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved