Serba Serbi
Jangan Sepelekan Brata Nyepi, Ini Maknanya Dalam Hindu Bali
Hari Raya Nyepi, sesuai hakekatnya dilakukan dengan Catur Brata Penyepian. Jero Mangku Ketut Maliarsa menjelaskan, brata pada Hari Raya Nyepi
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari Raya Nyepi, sesuai hakekatnya dilakukan dengan Catur Brata Penyepian.
Jero Mangku Ketut Maliarsa menjelaskan, brata pada Hari Raya Nyepi sesuai hakekatnya.
Maka umat Hindu wajib melakukan tapa, brata, yoga, dan samadhi.
Brata tersebut didukung dengan Catur Brata Nyepi.
Baca juga: Jelang Hari Raya Nyepi, Harga Barang Mulai Naik di Gianyar Bali
Baca juga: Terkait Internet Saat Nyepi 2021, Pemerintah: Tempat Umum Mati, PHDI: Tetap Hidup karena Pandemi
Baca juga: Tertuang Dalam Lontar Sundarigama dan Buku Nagarakartagama, Berikut Makna Hari Raya Nyepi
Diantaranya, Amati Geni atau tidak menyalakan api serta tidak mengobarkan hawa nafsu.
Kemudian Amati Karya, tidak bekerja jasmani, melainkan meningkatkan kegiatan menyucikan rohani.
Amati Lelungan, tidak bepergian melainkan mulat sarira, mawas diri, atau introspeksi diri.
“Kemudian terakhir adalah Amati Lelanguan, tidak mengobarkan kesenangan melainkan melakukan pemusatan pikiran terhadap matahari ‘prabrata’ sampai fajar menyingsing keesokan harinya (24 jam),” jelasnya kepada Tribun Bali, Jumat 5 Maret 2021.
Lanjutnya, ada dua manfaat atmosfir akademik yang dirasakan umat Hindu dalam Nyepi ini.
Manfaatnya adalah peningkatan kualitas spiritual dan dinamika fiskal umat Hindu baik secara sosial akademik maupun spiritual akademik.
Serta kembali merenungi kehidupan dengan lebih baik.
“Hari Raya Nyepi, adalah perayaan hari tahun baru saka yang jatuh pada penanggal apisan sasih kadasa, sehari setelah Tilem Kesanga,” sebutnya.
Nyepi hakekatnya juga menyucikan bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (diri manusia) atau makro dan mikro kosmos.
Dalam mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan lahir batin (jagadhita dan moksa), sehingga terbinanya kehidupan yang berlandaskan kebenaran, kesucian, keindahan dan keharmonisan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/perlombaan-ogoh-ogoh-di-klungkung-tahun-2019-silam-tahun-ini-pelaksanaan.jpg)