Breaking News:

Serba serbi

Tertuang Dalam Lontar Sundarigama dan Buku Nagarakartagama, Berikut Makna Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi, merupakan tahun baru bagi umat Hindu yang telah dilaksanakan secara turun-temurun atau warisan yang mempunyai makna sangat dalam

istimewa
Nyepi - Tertuang Dalam Lontar Sundarigama dan Buku Nagarakartagama, Berikut Makna Hari Raya Nyepi 

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari Raya Nyepi, merupakan tahun baru bagi umat Hindu yang telah dilaksanakan secara turun-temurun atau warisan yang mempunyai makna sangat dalam dan mulia.

Berdasarkan kalender tahun saka atau  sering disebut Icaka Warsa.

Hari suci ini dilaksanakan oleh umat Hindu, baik yang di Bali, maupun yang ada di seluruh nusantara.

"Adanya hari suci Nyepi ini tertuang sejak kerajaan Majapahit dalam buku Nagarakertagama. Yang dikarang oleh Mpu Prapanca," sebut Jero Mangku Ketut Maliarsa, kepada Tribun Bali, Kamis 4 Maret 2021. 

Baca juga: Harga Komoditas Naik Jelang Nyepi 2021, Pemerintah Gianyar Bali Tak Sanggup Gelar Pasar Murah

Baca juga: Jelang Hari Raya Nyepi, Dishub Badung Akan Matikan LPJU Pada Sabtu 13 Maret Pukul 22.00 Wita

Baca juga: Pantau Situasi Jelang Nyepi, Kapolda Bali Kunjungi Puri Ubud dan Puri Peliatan

Selain itu, perayaan hari suci Nyepi tersurat pada Lontar Sang Hyang Aji Swamandala dan Lontar Sundarigama.

Menurut keyakinan umat Hindu, bahwa Hari Raya Nyepi ini sangat baik untuk memohon penyucian alam semesta (bhuana agung) atau makro kosmos beserta isinya.

Serta penyucian alam manusia itu sendiri( bhuana alit), atau mikro kosmos kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa dan manifestasi-Nya sehingga mencapai keharmonisan, kedamaian, dan ketenangan kedua alam tersebut.

"Umat Hindu pada saat perayaan hari suci ini, memperingati anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai tahun baru saka yang dimulai pada tahun 78 Masehi."

Baca juga: Pemkab Badung Imbau Warganya Tak Adakan Melasti Jelang Hari Raya Nyepi Tahun 2021

Baca juga: PHDI Bali Tegaskan Perayaan Hari Suci Nyepi Tetap Sehari, Pengarakan Ogoh-ogoh Tahun Ini Ditiadakan

"Hal ini juga sebagai momen penting untuk menjaga keseimbangan antara alam semesta yaitu bhuta kala dengan alam manusia agar tercapai keharmonisan hidup dan kehidupan sebagai umat manusia," sebutnya.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved