Breaking News:

Berita Badung

Pemkab Badung Imbau Warganya Tak Adakan Melasti Jelang Hari Raya Nyepi Tahun 2021

Warga di Kabupaten Badung diimbau untuk tidak melaksanakan upacara pemelastian menjelang hari raya nyepi tahun saka 1943 atau tahun 2021

Tribun Bali/Agus Aryanta
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Eka Sudarwitha. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA –  Warga di Kabupaten Badung diimbau untuk tidak melaksanakan upacara pemelastian menjelang hari raya nyepi tahun saka 1943 atau tahun 2021.

Masyarakat tidak diperkenankan melasti ke Segara, Danau, Beji, dan Campuhan.

Bahkan secara otomatis tidak juga diberkenakan untuk nedunang tapakan.

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Gde Eka Sudarwitha saat dikonfirmasi Rabu 3 maret 2020  mengatakan kebijakan terkait perayaan Tahun Baru Saka 1943 merujuk pada surat edaran bersama PHDI Badung dan Majelis Desa Adat Badung.

Baca juga: PHDI Bali Tegaskan Perayaan Hari Suci Nyepi Tetap Sehari, Pengarakan Ogoh-ogoh Tahun Ini Ditiadakan

“Kami sepakat melaksanakan pamelastian ngubeng. Artinya masyarakat tidak diperkenakan ke segara, beji, campuhan.

Melasti sebagaimana mestinya tetap dihaturkan, namun hanya dilakukan oleh pamangku, serati dan prajuru desa, kemudian kairing ke Pura Desa (Bale Agung),” ungkapnya.

Menurutnya, para kelihan pura memohon tirta di Pura Kahyangan Desa setempat.

Masyarakat Umat Hindu dapat memohon tirta amerta sanjiwani tersebut di Pura Presanak, Dadya, Ibu, Hyang, Panti masing-masing.

Bahkan upakara Malasti di Segara, dilengkapi dengan menghaturkan banten Guru Piduka, salaran ayam dan bebek serta tipat kelanan.

 Pakelem itik dihaturkan kehadapan Sanghyang Baruna.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved