Berita Badung

Senderan Rumah yang Jebol di Badung Merupakan Bencana yang Runutannya dari 2 Bulan yang Lalu

Senderan rumah yang jebol di perumahan Bumi Damai Indah Banjar Tiying Tutul disebut-sebut sebagai runutan dari bencana yang pernah terjadi sebelumnya

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Perbekel Desa Pererenan Made Rai Yasa -Senderan Rumah yang Jebol di Badung Merupakan Bencana yang Runutannya dari 2 Bulan yang Lalu 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Senderan rumah yang jebol di perumahan Bumi Damai Indah Banjar Tiying Tutul, Desa Pererenan, Mengwi, Badung, Bali, disebut-sebut sebagai runutan dari bencana yang pernah terjadi sebelumnya.

Sekitar bulan Januari 2021 lalu di wilayah tersebut terjadi banjir yang sangat besar, bahkan air sungai naik, dan membuat beberapa rumah banjir.

Hal itu pun dikatakan Perbekel Desa Pererenan, Made Rai Yasa, saat ditemui Jumat 5 Maret 2021.

“Dulu di perumahan Bumi Damai Indah itu terjadi banjir yang sangat besar. Bahkan membuat kendaraan warga hampir hanyut, itu pun dikarenakan air sungai meluap,” jelasnya.

Baca juga: Rumah yang Senderannya Jebol di Pererenan Badung Ternyata Sudah Dihuni Dari Tahun 2000

Baca juga: Ditinggal ke Pasar, Halaman Rumah dan Merajan Komang Artawan di Desa Pererenan Badung Amblas

Baca juga: Hujan Lebat Guyur Badung, Senderan hingga Merajan Rumah Warga di Pererenan Jebol

Dengan adanya kejadian tersebut, pemerintah Kabupaten Badung langsung mengambil kebijakan dengan melakukan senderan di sempadan sungai Miah-Miah Pererenan.

Sebelum melakukan senderan, aliran sungai tersebut dikeruk untuk memperdalam sungai yang ada.

Sehingga jika terjadi hujan lebat, air tidak lagi naik dan menggenangi rumah warga.

“Pengerjaan senderan sudah dilakukan dari satu bulan yang lalu. Bahkan pengerjaannya pun sudah mencapai 70 persen,” ungkapnya.

Lanjut dijelaskan, pengerjaan senderan dengan panjang 400 meter itu pun sudah hampir rampung.

Bahkan karena melihat kemudahan membawa bahan dan alat berat lokasi longsor tersebut merupakan lokasi penyambung senderan yang dikerjakan dari arah selatan dan utara.

“Untuk pondasi senderan sudah dikerjakan. Tinggal nyambung sebenarnya ini, karena informasi yang saya dapat satu minggu ini, proyek senderan harus sudah rampung. Namun karena itu jebol jadi itu yang diperbaiki sekarang,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya mengatakan, lokasi longsor yang menimpa rumah warganya tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 Wita.

Namun dirinya mengatakan sudah melakukan pengecekan pada pukul 06.00 Wita bersama perangkat desa dan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung.

“Dari pendataan yang terkena bencana itu hanya satu rumah warga. Bahkan yang sangat fatal sekali itu bangunan merajan atau tempat sucinya yang amblas jatuh ke sungai,” bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved