Breaking News:

Berita Bangli

Bertahun-tahun Parkir di Pinggir Jalan, Dishub Bangli Bali Derek Dua Mobil dalam Dua Hari 

Upaya tersebut dilakukan lantaran mobil berwarna hitam itu dinilai mengganggu, dan telah terparkir bertahun-tahun.

istimewa
Proses penderekan mobil suzuki carry dari Banjar Petak, Kelurahan Bebalang, Minggu (7/3). mobil tersebut selanjutnya diparkir sementara di Pasar Terminal Loca Crana. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Bangli menderek mobil jenis Suzuki Carry yang terparkir wilayah Banjar Petak, Kelurahan Bebalang, Bangli, Minggu (7 Maret 2021).

Upaya tersebut dilakukan lantaran mobil berwarna hitam itu dinilai mengganggu, dan telah terparkir bertahun-tahun.

Kepala Dinas Perhubungan Bangli, I Gede Redika saat dikonfirmasi menjelaskan, didereknya mobil tersebut menindaklanjuti pengaduan masyarakat melalui layanan pengaduan 24 jam.

Oleh masyarakat, mobil tersebut dinilai mengganggu karena terparkir di pinggir jalan.

“Artinya mengganggu kenyamanan publik, dan menjadi keluhan masyarakat kalau didiamkan. Terlebih mobil tersebut sudah tiga tahun parkir disana,” ujarnya.

Baca juga: Sepanjang 2019 Dishub Denpasar Tindak 10.460 Kendaraan, Ada yang Digembosi hingga Diderek

Baca juga: Anda Berencana Liburan di Ubud? Jangan Parkir di Bahu Jalan, Mobil Derek Selalu Standby

Baca juga: Tribun Wiki : 6 Nomor Telepon Mobil Derek Panggilan di Bali Saat Darurat 24 Jam

Oleh pihak Dishub mobil tersebut sementara dipindahkan ke Terminal Loka Crana, dan menjadi pengawasan Dishub. Sebab mobil tersebut tidak bertuan.

“Selanjutnya mobil ini akan dikenai retribusi berlangganan parkir sesuai dengan Perda. Besaran retribusi Rp. 200 ribu per bulan. Bagi masyarakat yang merasa pemilik mobil, kami sarankan agar berkoordinasi dengan pihak Dishub. Atau bagi masyarakat yang mengetahui siapa pemiliknya, agar diberitahukan ke yang bersangkutan,” ucapnya.

Penderekan mobil bukan kali ini saja. Sebab pada hari Sabtu (6 Maret 2021), Pihak Dishub Bangli juga melakukan penderekan mobil jenis Mercy yang terparkir di depan RSU Bangli.

Diperkirakan mobil tersebut telah terparkir sekitar dua tahun lalu.

“Mengenai mobil ini kami telah serahkan pada pemiliknya, dan selanjutnya diparkir di lahan pribadi,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, tindakan tegas penderekan mobil merupakan salah satu upaya penataan kota yang menjadi prioritas Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta.

Disinggung mengenai sanksi yang diberikan, Redika mengatakan tidak ada sanksi mengingat tidak ada rambu larangan parkir di sekitar.

“Seperti yang Mercy, bukan tidak boleh parkir. Boleh parkir tapi yang menjadi persoalan itu sudah bertahun-tahun, sehingga mengganggu kenyamanan public. Seperti yang di depan RSU, kan tidak dipungut retribusi bagaimana kita memberikan sanksi. Terlebih memang ada kebijakan pemerintah untuk tidak memungut retribusi parkir di depan RSU Bangli. Karena untuk apa memungut retribusi bagi orang sakit,” ucapnya.

Redika mengimbau pada pemilik kendaraan roda empat, agar dibarengi dengan kepemilikan garasi.

Sehingga tidak mengganggu ketertiban dan kenyamanan publik.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved