Breaking News:

Berita Buleleng

Ketika Dokter dan Dosen Berbagi Proses Kreatif Menulis Fiksi di Komunitas Mahima Singaraja

Ketika Dokter dan Dosen Berbagi Proses Kreatif Menulis Fiksi di Komunitas Mahima Singaraja

Tribun Bali/Putu Supartika
Tokoh Bercerita serangkaian March March March yang digelar Komunitas Mahima Singaraja menghadirkan Putu Arya Nugraha seorang dokter yang juga Dirut RSUD Buleleng dan Made Hery Santosa seorang dosen di Undiksha, Sabtu 6 Maret 2021 petang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang dokter dan seorang akademisi bercerita tentang proses kreatifnya menulis fiksi.

Mereka adalah Putu Arya Nugraha seorang dokter yang juga Dirut RSUD Buleleng dan Made Hery Santosa seorang dosen di Undiksha.

Meskipun sama-sama lahir dari iklim akademik, namun mereka juga sama-sama menulis fiksi.

Putu Arya Nugraha mengatakan, menulis fiksi merupakan simbol kesetaraan.

Baginya dalam fiksi tak perlu memperhatikan latar belakang.

"Siapapun menulis fiksi, tak akan ditanya latar belakangnya apa. Beda dengan dokter spesialis, pasti akan ditanyakan spesialisasinya apa," katanya dalam acara Tokoh Bercerita serangkaian March March March yang digelar Komunitas Mahima Singaraja, Sabtu 6 Maret 2021 petang.

Baca juga: Penulis Muda Sastra Bali Modern Alit Juliartha Berpulang, Rencana Terbitkan Catatan Perjalanan

Selain sebagai simbol kesetaraan, menulis baginya adalah cara untuk berekspresi.

"Momen yang dilewati perlu dituliskan. Dan saya berusaha menemukan misteri dalam fenomena biologis karena ketertatikannya kesana," katanya.

Baginya tulisan yang sifatnya akademis selalu tunduk pada aturan, sehingga diperlukan fiksi sebagai penyeimbang.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved