Breaking News:

Jangan Anggap Sepele Kanker Usus, Penyebab Kematian Ketiga Terbanyak di Dunia

Menurut sebuah penelitian yang pernah dilakukan, keganasan kanker usus hingga tahun 2021 masih menjadi penyebab kematian ketiga terbanyak di dunia.

Tribunnews
Ilustrasi kanker usus - 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Saat ini seluruh dunia memang sedang dihadapkan dengan virus Covid-19.

Namun ada baiknya masyarakat juga harus berhati-hati dengan penyakit lainnya seperti Kanker Usus.

Menurut sebuah penelitian yang pernah dilakukan, keganasan kanker usus hingga tahun 2021 masih menjadi penyebab kematian ketiga terbanyak di dunia.

Ketika dikonfirmasi, Dokter Bedah Rumah Sakit Garbamed, Kerobokan Badung, dr. I Gusti Bagus Dharma Prakasa.M., M.Biomed, Sp.B mengungkapkan secara keseluruhan risiko kejadian kanker kolorectal adalah 1 banding 20 orang atau 5 persen dari populasi manusia di dunia. 

"Penyakit ini lebih banyak menyerang pria dibandingkan dengan wanita. Kanker usus ini secara umum sebelumnya memang sulit dideteksi karena memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan gangguan saluran cerna pada umumnya seperti ambien atau wasir" ungkapnya pada, Senin (8 Februari 2021). 

Baca juga: Lama Tak Muncul Bams Samsons Kabarkan Dirinya Sempat Derita Kanker Langka Karena Olahraga Berlebih

Baca juga: Dokter Sekaligus Maestro Legong AA Ayu Bulan Trisna Berpulang, Meninggal Karena Kanker Pankreas

Baca juga: Mengenal Kanker Prostat, Penyakit Yang Saat Ini Diderita Kak Seto

Dan dikarenakan memiliki gejala yang hampir sama, maka pemeriksaan terhadap keganasan usus atau kanker usus ini harus dilkukan lebih lanjut.

Ada beberapa metode yang bisa dilakukan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Mulai dari observasi terhadap pasien hingga melakukan pemeriksaan Colonoscopy sampai CT colonografy. 

"Berkat ditemukannya metode deteksi dini dan kemajuan penanganan kanker kolorectal, maka kematian kanker kolorectal telah banyak berkurang sejak 20 tahun terakhir," tambahnya.

Untuk gejala dari kanker usus ini lebih lanjut dr.Pras secara umum hampir sama dengan gejala wasir, namun lebih spesifik gejala kanker usus adalah, diare lebih dari enam minggu, adanya perubahan pola buang air besar, adanya tanda sumbatan saluran cerna. 

Untuk menditeksi lebih dini penyakit ini, dapat dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari melihat riwayat keluarga, apakah ada anggota keluarga yang menderita kanker kolorektal, selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.

Untuk melakukan pencegahan, selain menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat, dr. Prass menyarankan bagi laki-laki yang sudah berusia 50 tahun ke atas untuk mengurangi konsumsi daging merah dan menjaga berat badan sehingga tidak obesitas. 

"Karena gejala yang dimiliki oleh penyakit ini hampir mirip dengan wasir yang bisa disembuhkan, maka bagi yang memiliki resiko tinggi terhadap penyakit ini agar bisa melakukan pemeriksaan lebih lanjut," paparnya. (*) 

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved