Breaking News:

Nyepi 2021

Melasti Serangkaian Nyepi di Denpasar Dilaksanakan Ngubeng, Meski Desa Adat Berada di Dekat Pantai

Pelaksanaan melasti serangkaian Nyepi saka 1943 di Kota Denpasar dilaksanakan ngubeng.

Penulis: Putu Supartika
Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Made Prasetya aryawan
ILUSTRASI MELASTI - Prosesi Melasti Karya Pengurip Gumi dari Pura Luhur Batukau menuju Pura Luhur Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (29/1/2020). Sekitar 20 ribu pemedek ikut melasti. Pamelastian Karya Pengurip Gumi 4 Hari 3 Malam, Warga Tonja Cuti 5 Hari Ngayah Melasti 

Dari kembulan tersebut masyarakat ngayat Ida Bhatara.

Pelaksanaan ngubeng ini juga berlaku bagi desa adat yang berada di pesisir pantai.

“Tetap yang nunas tirta ke segara perwakilan saja. Kalau semua ke pantai kan bukan ngubeng namanya. Harus ketat agar tidak kebablasan nanti jadinya,” katanya.

Dalam pelaksanaan pangerupukan masyarakat melaksanakan prosesi mabuu-buu di rumah masing-masing.

Sementara untuk pawai maupun pengarakan ogoh-ogoh ditiadakan.

“Tidak ada pengarakan ogoh-ogoh, minum miras, membunyikan kembang api, mercon, dan lainnya,” katanya.

Dan untuk pelaksanaan Nyepi pada Minggu, 14 Maret 2021 digelar mulai pukul 06.00 Wita hingga Senin, 15 Maret 2021 pukul 06.00 Wita.

Baca juga: Gereja Katolik Katedral Denpasar Majukan Jadwal Ibadah, Bertepatan dengan Hari Raya Nyepi

Baca juga: Bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, Gereja Katolik Katedral Denpasar Bali Majukan Jadwal Misa

Pihaknya pun berharap agar masyarakat maupun sekaa teruna memaklumi keadaan ini.

Ia pun menambahkan, meskipun tak ada kegiatan yang menghadirkan keramaian, namun esensi pelaksanaan Nyepi tetap bisa terlaksana. 

“Untuk ogoh-ogoh, kami juga berikan ruang dengan adanya pameran ogoh-ogoh mini, maupun perlombaan secara virtual. Yang penting kreativitas tetap hidup walaupun dalam kondiri pandemi,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved