Breaking News:

Nyepi 2021

Melasti Serangkaian Nyepi di Denpasar Dilaksanakan Ngubeng, Meski Desa Adat Berada di Dekat Pantai

Pelaksanaan melasti serangkaian Nyepi saka 1943 di Kota Denpasar dilaksanakan ngubeng.

Tribun Bali/Made Prasetya aryawan
ILUSTRASI MELASTI - Prosesi Melasti Karya Pengurip Gumi dari Pura Luhur Batukau menuju Pura Luhur Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (29/1/2020). Sekitar 20 ribu pemedek ikut melasti. Pamelastian Karya Pengurip Gumi 4 Hari 3 Malam, Warga Tonja Cuti 5 Hari Ngayah Melasti 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaksanaan melasti serangkaian Nyepi saka 1943 di Kota Denpasar dilaksanakan ngubeng.

Ngubeng ini digelar, meskipun wilayah desa adat tersebut berada di pesisir pantai.

Hal ini dikarenakan saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19 serta pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang hingga 22 Maret 2021 mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram mengatakan, semua palawatan maupun pratima distanakan di Pura Baleagung ataupun Pura Desa.

“Untuk pelaksanaan melasti, makiis, maupun melis di desa adat di Kota Denpasar semua ngubeng. Pelawatan, pratima kalinggihang di Pura Bale Agung maupun Pura Desa,” kata Mataram saat dihubungi Senin 8 Maret 2021.

Selanjutnya, untuk prosesi nunas tirta ka segara dilaksanakan oleh perwakilan desa adat dengan jumlah terbatas.

Baca juga: Sambut Hari Raya Nyepi, ITB STIKOM Bali Gelar Pameran & Lomba Ogoh-ogoh Mini, Dibuka Wawali Denpasar

Baca juga: PHDI Bali Keluarkan SE Pelaksanaan Melis hingga Tawur Kesanga Serangkaian Nyepi di Tengah Pandemi

Baca juga: 2.285 Aparat Gabungan Disiapkan untuk Pengamanan Hari Raya Nyepi & Perayaan Isra Miraj di Denpasar

Perwakilan tersebut meliputi Jero Mangku, serati, dan beberapa prajuru desa adat.

“Jumlahnya terbatas, hanya Jero Mangku, serati, serta beberapa prajuru adat. Usahakan yang bertugas saja yang ke sana dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat,” imbuhnya.

Sementara bagi krama yang ngaturang soda, cukup dari sanggah kembulan.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved