Breaking News:

Kesehatan

Kenali Sinar Ultraviolet Yang Diyakini Dapat Merusak Kulit, Ini Penjelasan dr. Michelle Tanuwijaya

sinar matahari tidak selamanya memberikan manfaat yang baik bagi tubuh manusia. Sinar matahari yang terdiri dari sinar Ultra Violet (sinar UV) ini diy

Pexels
Ilustrasi perawatan wajah. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sinar matahari memang sangat melekat bagi kehidupan.

Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai sinar matahari, terlebih dampaknya bagi kecantikan serta kesehatan kulit. 

Menurut Dokter spesialis kulit di Aestetic Klinik, dr. Michelle Tanuwijaya, Sp.KK, sinar matahari tidak selamanya memberikan manfaat yang baik bagi tubuh manusia.

Sinar matahari yang terdiri dari sinar Ultraviolet (sinar UV) ini diyakini dapat menyebabkan kerusakan kulit. 

"Biasanya kerusakan kulit yang disebabkan oleh paparan sinar UV ini akan muncul pada usia 40 tahun ke atas. Karena ketika usia 40 tahun, produksi kolagen pad manusia sudah mulai berhenti, sehingga kulit mulai terlihat kusam keriput bahkan jika memiliki kulit sensitif, gejala kanker kulit mulai terlihat di usia 40 tahun," sebutnya pada, Selasa (9 Maret 2021). 

Baca juga: Rahasia Kulit Wajah Glowing Hanya Pakai Susu Dancow dan Jeruk Nipis, Coba di Rumah

Baca juga: Mandi Sering Tak Baik untuk Kesehatan Kulit, Berapa Kali Seharusnya Mandi dalam Sehari?

Baca juga: Menghilangkan Bulu di Tubuh, Mencukur atau Mencabut? Ini Kata Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Untik itu dr. Michelle menyarankan sebelum melakukan kegiatan di luar ruangan atau berjemur, masyarakat harus mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berjemur, jika harus bekerja dibawah teriknya sinar matahari, apa saja yang harus dipersiapkan.

Sinar matahari yang terdiri dari sinar UV ini memiliki tiga jenis sinar radiasi yang dibagi berdasarkan panjang gelombangnya. 

Yakni sinar Ultra Violet A (UVA) dengan gelombang panjang, sinar ultra violet B (UVB) dengan gelombang pendek dan sinar ultra violet c (UVC) dengan gelombang sangat pendek. 

"Semakin pendek gelombang, semakin besar tingkat radiasi yang dapat merusak kulit," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved