Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Tabanan

Nelayan Terjebak Semalaman di Tengah Laut Perairan Selatan Tabanan Bali

Seorang nelayan Tabanan terjebak di tengah laut perairan selatan Tabanan selama satu malam sejak Senin 8 Maret Malam hingga Selasa 9 Maret 2021 pagi.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Noviana Windri
istimewa
Suasana saat tim gabungan melakukan evakuasi nelayan yang sempat terjebak di tengah lautan, Selasa 9 Maret 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Seorang nelayan Tabanan terjebak di tengah laut perairan selatan Tabanan selama satu malam sejak Senin 8 Maret Malam hingga Selasa 9 Maret 2021 pagi.

Ia terjebak di tengah laut karena mesin perahunya mati total alias macet saat hendak pulang ke daratan.

Beruntung, ia berhasil diselamatkan tim gabungan mulai dari kelompok nelayan, basarnas, satpol air polres Tabanan dan lainnya.

Saat ini mereka telah pulang ke rumahnya. 

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan, I Ketut Arsana Yasa menuturkan, peristiwa tersebut bermula saat korban bernama I Wayan Suantra alias Nang Adel bersama tiga orang rekannya berangkat melaut di selatan Pantai Yeh Gangga Tabanan. 

Baca juga: Nelayan Dilaporkan Hilang Ternyata Ditemukan di Perairan Kelecung, Jukung Ditarik TIM SAR Bali

Baca juga: Geger, Seorang Nelayan Ditemukan Meninggal di Teluk Mumbul Benoa

Baca juga: BREAKING NEWS - Penemuan Mayat di Teluk Benoa Diduga Nelayan 

Setelah selesai menaikan jaring ikannya, mereka hendak balik ke daratan.

Namun, Nang Adel yang merupakan Ketua Kelompok Nelayan Segara Taman, Klecung, Desa Tegal Mengkeb, Selemadeg Timur ini justru belakangan balik.

Tak disangka ternyata ia tak kunjung balik hingga malam diperkirakan sedang memancing.

"Tapi kok Nang Adel yang seharusnya sudah mendarat belum balik sampai jam 19.00 Wita, kami kira mancing lagi," tutur pria yang akrab disapa Sadam ini, Selasa 9 Maret 2021. 

Sadam melanjutkan, karena Nang Adel tak membawa handphone maka diputuskan dua orang nelayan untuk mencoba melaut untuk melakukan pencarian.

Dalam pencarian di seputaran Pantai Yeh Gangga dan Pantai Kelating ternyata tidak ditemukan karena jarak pandang terbatas.

Selain itu informasi juga nihil ditemukan sehingga dua nelayan balik ke daratan lagi. 

"Karena cuaca tidak mendukung juga, kita sepakat besok subuh melaut lagi," ungkapnya. 

Kemudian esok harinya, sejumlah nelayan dibantu aparat seperti Basarnas dan Satpol Air Polres Tabanan serta jajaran lainnya berangkat melakukan pencarian lagi.

Akhirnya pukul 06.20 Wita start bersama menuju selatan Pantai Pasut dan korban ditemukan di selatan Pasut, dalam keadaan selamat. 

"Ternyata ketika ditemukan, mesin jukungnya mati atau caket .Akhirnya kita putuskan untuk membawa korban ke daratan. Selain itu mesin jukung korban juga diganti," katanya.

"Astungkara semua mendarat dalam keadaan selamat. Dan kami sampaikan terimakasih reaksi cepat dari BASARNAS, POL AIR serta Bendega Tabanan serta semua yang telah memberikan dukungan yang luar biasa ini," ucapnya. 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved