Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Omed-omedan di Sesetan Denpasar Digelar Tertutup, Hanya Libatkan Tiga Pasangan Muda-mudi

Omed-omedan di Sesetan Denpasar Digelar Tertutup, Hanya Libatkan Tiga Pasangan Muda-mudi

Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali / Rizal Fanany
Ilustrasi Tradisi Omed-omedan di Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, Denpasar, Bali. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Meski masih dalam suasana pandemi, tradisi omed-omedan di Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, Denpasar bakal tetap digelar.

Tradisi omed-omedan digelar saat Ngembak Geni, yakni pada Senin 15 Maret 2021 

Akan tetapi, pelaksanaan omed-omedan ini digelar tanpa festival seperti pada pelaksanaan omed-omedan sebelum-sebelumnya.

Peserta yang dilibatkan pun sangat terbatas, dimana peserta omed-omedan hanya tiga pasang muda-mudi.

Selain itu, pelaksanaannya juga tertutup bagi masyarakat umum.

Kelian Adat Banjar Kaja, I Made Sudama mengatakan, tetap digelarnya tradisi omed-omedan ini merupakan hasil kesepakatan prajuru Banjar Kaja.

Baca juga: Pameran Tapel hingga Sketsa Ogoh-ogoh di Denpasar, Semua Bahannya Ramah Lingkungan

Sebab, jika tidak digelar dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Tradisi tersebut menurut Sudama, akan digelar secara sederhana.

“Prosesinya hanya diikuti tiga pasangan, yakni 3 orang laki-laki dan 3 perempuan yang ditunjuk mengikuti prosesi omed-omedan tersebut,” katanya Selasa 9 Maret 2021.

Sementara sisanya adalah prajuru banjar dan masyarakat yang dibatasi maksimal 60 orang.

Baca juga: Dikendalikan Lewat Bluetooth, Ogoh-Ogoh Ini Jadi Juara Lomba yang Digelar STIKOM Bali

Omed-omedan pun digelar di dalam banjar tepatnya di depan merajan banjar.

Sudama menambahkan, pihaknya tak ingin ada kluster baru dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Walaupun tradisi omed-omedan secara sederhana tetapi tidak mengurangi makna dari omed-omedan itu. Selain itu, protokol kesehatan yang ketat juga akan diterapkan termasuk penjagaan ketat di luar kawasan tersebut agar tidak ada masyarakat yang memaksa masuk karena ingin nonton omed-omedan,” katanya.

“Omed-omedan kali ini juga tertutup tanpa ada penonton maupun publikasi,” katanya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved