Breaking News:

Berita Buleleng

UPDATE: Pegawai Kontrak Dispar Buleleng Kembalikan Uang Rp 10,5 Juta ke Penyidik Kejaksaan

Uang tersebut dikembalikan dari beberapa pegawai kontrak di Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Kejari) Buleleng kembali menerima pengembalian uang hasil dugaan mark-up program Explore Buleleng dan Bimtek CHSE, dengan nilai sebesar Rp 10,5 juta.

Uang tersebut dikembalikan dari beberapa pegawai kontrak di Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng.

Seperti diketahui, hampir seluruh pegawai termasuk cleaning service di Dispar Buleleng kecipratan dana hasil mark-up yang dilakukan oleh delapan tersangka.

Uang tersebut diberikan oleh para tersangka kepada stafnya dengan kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu sebagai hadiah akhir tahun 2020.

DITAHAN - Jajaran Kejaksaan Negeri Buleleng menunjukkan tujuh pejabat Dispar Buleleng saat hendak dilakukan penahanan, di kantor Kejari Buleleng, Rabu 17 Februari 2012. Ketujuh pejabat tersebut, dan satu pejabat lainnya yang sedang sakit, sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan mark-up dana hibah pariwisata.
DITAHAN - Jajaran Kejaksaan Negeri Buleleng menunjukkan tujuh pejabat Dispar Buleleng saat hendak dilakukan penahanan, di kantor Kejari Buleleng, Rabu 17 Februari 2012. Ketujuh pejabat tersebut, dan satu pejabat lainnya yang sedang sakit, sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan mark-up dana hibah pariwisata. (Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani)

Baca juga: UPDATE: 2 Tersangka Kasus Dugaan Mark-up Explore Buleleng Ajukan Saksi Menguntungkan

Kendati demikian, pihak penyidik tidak akan memproses hukum para pegawai itu, karena kasus ini akan lebih difokuskan pada pelaku utama yang memiliki rencana melakukan mark-up.

Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara ditemui Rabu 10 Maret 2021 mengatakan, uang senilai Rp 10,5 juta itu dikembalikan oleh beberapa pegawai kontrak di Dispar Buleleng pada Selasa kemarin.

Dengan adanya pengembalian ini, jumlah barang bukti yang berhasil disita saat ini sebesar Rp 602 juta, dari jumlah kerugian negara yang ditimbulkan ditafsir sebesar Rp 656 juta.

"Kami sangat mengapresiasi kejujuran para pegawai kontrak di Dispar ini, mereka menyadari bahwa uang itu bukan hak mereka, dan bisa mengembalikan ke penyidik hingga sebesar Rp 10,5 juta.

Berdasarkan hitung-hitungan kami semua pegawai Dispar yang menerima uang tersebut sudah seluruhnya mengembalikan ke penyidik," ucapnya.

Mengingat jumlah kerugian negara ditafsir mencapai Rp 656 juta, sementara barang bukti yang disita baru sebesar Rp 602 juta, Jayalantara tidak menampik ada beberapa pihak lagi yang belum melakukan pengembalian.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved