Breaking News:

Serba Serbi

10 Fakta Hari Raya Nyepi di Bali yang Harus Kalian Ketahui

1. Nyepi adalah proses pembersihan bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (diri manusia) dari kekotoran pikiran, perkataan, dan perbuatan

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi pelaksanaan Nyepi tahun 2020 di Denpasar - 10 Fakta Hari Raya Nyepi yang Harus Kalian Ketahui 

Dilakukan di lapangan atau perempatan, lalu setelah selesai dibakar sebagai tanda membakar sifat bhuta dan mengembalikan keseimbangan. Namun karena pandemi, tahun ini pawai ogoh-ogoh ditiadakan.

5. Tawur di rumah, banjar, dan desa dilakukan sore hari (sandhyakala).  Sedangkan tawur di kecamatan, kabupaten, hingga provinsi dilakukan di siang hari pukul 12.00 setempat.

6. Ngerupuk di rumah dilakukan dengan membunyikan suara berisik dari kaleng atau bambu. Berbarengan dengan membawa sarana api obor keliling rumah. Sebagai pembersihan.

7. Saat Nyepi, umat tidak boleh ribut, bekerja, bepergian, menghidupkan api, berpesta, atau melakukan hal tidak terpuji sesuai dengan Catur Brata Penyepian.

Lebih disarankan agar melakukan yoga semadi, merenungi diri dan mulat sarira (introspeksi).

Baca juga: Melasti Sebelum Nyepi, Ini Maknanya Dalam Hindu Bali

8. Sehari setelah Nyepi disebut hari Ngembak Geni. Dan empat pantangan dalam Catur Brata Penyepian boleh kembali dilakukan. Seperti menghidupkan api, bepergian dan sebagainya.

9. Kemudian ada pula tradisi Dharma Santi, dengan silaturahmi ke rumah keluarga atau sanak saudara. Agar terbinanya kerukunan umat beragama. Serta diskusi tentang keagamaan.

10. Sejak lama siaran televisi akan padam saat Nyepi di seluruh Bali. Pernah juga internet padam. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved