Breaking News:

Ngopi Santai

Nyepi 2021, Internet, dan Pentingnya “Puasa” Medsos

Hidup nyata adalah hidup offline, bukan online. Seberapa banyak like di dunia maya tak ada artinya bila kita mendapat banyak dislike di dunia nyata.

Editor: Sunarko
Tribun Bali/Ida Ayu Made Sadnyari
Ilustrasi gadget 

Bahkan keasyikan berinternet lewat kecanggihan gadget yang fitur-fiturnya makin kaya dan memudahkan penggunanya untuk terus ketagihan nge-net, kini memunculkan problem kejiwaan baru.

Tidaklah salah kalau kemudian seorang profesor Sains Komputer dari Georgetown University Amerika Serikat (AS), yakni Cal Newport, sampai mengatakan bahwa “kunci untuk hidup dengan baik (living well) di tengah dunia dengan teknologi tinggi adalah justru jangan membuang banyak waktu dengan menggunakan teknologi”.

Intinya, menurut Cal Newport, jika Anda ingin hidup lebih bahagia di tengah lalu lintas komunikasi digital yang kian gaduh saat ini, salah-satu cara adalah mulailah kurangi main hape dan perbanyak silaturahmi (bahasa gaulnya: kopi darat/kopdar).

Beberapa waktu silam, Cal Newport berhasil meyakinkan 1600 orang untuk mengikuti riset yang menantang darinya, yang disebutnya bisa benar-benar mengubah hidup mereka.

Apa riset yang menantang itu?

Untuk kepentingan risetnya, Cal meminta 1600 orang itu untuk “puasa” selama 30 hari dari menggunakan piranti teknologi, terutama ponsel. Tentu saja tantangan itu disodorkan asalkan “puasa ponsel” itu tak membuat mereka dipecat dari pekerjaan, bercerai atau mengakibatkan kejadian fatal lainnya.

Singkat cerita, orang-orang itu diminta untuk mengucapkan selamat tinggal terutama pada Facebook, Instagram, YouTube dan Twitter selama sebulan.

Namun, untuk hal-hal yang sangat primer dan keharusan, mereka masih boleh menggunakan ponsel tetapi disertai batasan-batasan. Aturannya antara lain begini: boleh cek email tapi hanya di jam-jam yang ditentukan. Juga boleh lihat layar ponsel, namun hanya terbatas pada jam-jam tertentu yang dibolehkan.

Apa yang terjadi kemudian?

Ternyata, tak seorangpun yang mengikuti tantangan Cal itu sampai jadi edan atau stres gara-gara “puasa internet” itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved