Berita Bali

Soal Pro dan Kontra Jalan Tol Gilimanuk-Mengwitani di Masyarakat Jembrana, Begini Kata Dewan Bali

jalan tol yang juga akan melewati wilayah Kabupaten Jembrana ini disebut-sebut akan menggerus 500 hektar lahan.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Dokumentasi Pemprov Bali
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau lokasi rencana pembangunan infrastruktur Jalan Tol Mengwi-Gilimanuk di Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Kamis (6/8/2020). Soal Pro dan Kontra Jalan Tol Gilimanuk-Mengwitani di Masyarakat Jembrana, Begini Kata Dewan Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pro dan kontra menyelimuti rencana proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwitani.

Padahal, rencananya jalan tol ini pada pertengahan tahun 2021 ini sudah mulai dikerjakan.

Bahkan, jalan tol yang juga akan melewati wilayah Kabupaten Jembrana ini disebut-sebut akan menggerus 500 hektar lahan.

Mengenai hal tersebut, Anggota DPRD Bali Dapil Jembrana, Kade Darmasusila tidak menampik bahwa alih fungsi lahan tersebut akan terjadi.

Baca juga: Pembahasan Tiga Raperda Belum Juga Dimulai, Ini Alasan Bapemperda DPRD Bali

"Kalau bicara jalan tol memang harus komprehensif, soal 500 hektar itu kalau memang lahan pertanian dan perkebunan itu mestilah ada dampaknya," katanya saat dikonfirmasi, Kamis 11 Maret 2021.

Hanya saja, ia menyebutkan bahwa proyek jalan tol yang berasal dari pemerintah pusat tersebut merupakan bagian dari penunjang infrastruktur dan ekonomi di Bali.

"Terkait lahan alih fungsi pasti terjadi, kita tidak bicara dua atau lima tahun ke depan, tapi bicara jangka panjang,"  paparnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pembangunan jalan tol tersebut tidak serta-merta memiliki dampak negatif.

Bahkan, pihaknya melihat pembangunan jalan tol tersebut justru akan membuat Jembrana menjadi daerah sasaran industri baru bagi para investor.

Apalagi, saat ini kawasan Bali Selatan dan Timur menurutnya sudah terlampau padat, dan selama ini pembangunan yang tidak merata dan terfokus di Bali Selatan saja.

Dengan pembangunan kawasan industri baru nantinya bakal menyerap tenaga kerja baru di Gumi Makepung tersebut.

"Positifnya adalah Jembrana akan membuka perluasan industri dan akan membuka investor-investor manakala Bali Selatan dan Timur sudah padat, maka pengalihan industri itu akan lari ke Bali Barat yang akan menimbulkan lapangan kerja baru di masyarakat," terangnya.

Saat disinggung adanya kekhawatiran matinya UMKM seperti warung makan, bengkel di sepanjang jalan raya Denpasar-Gilimanuk akibat pembangunan jalan tol tersebut, ia mengaku tidak terlalu mengkhawatirkannya.

"Itu pun kemarin jadi pertimbangan,  artinya ekonomi UMKM kecil yang biasanya dilintasi pasti terdampak, tapi kalau bicara sektor ke depan.

Baca juga: Soal Rencana Hengkangnya Kapal Kargo dari Pelabuhan Benoa, Para Eksportir Mesadu ke DPRD Bali

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved