Kabar Gembira bagi Driver Ojol, Resmi Ditetapkan sebagai Karyawan Bergaji di Negara Ini
Perusahaan mulai mengakui mereka sebagai karyawan dan mendapatkan gaji tetap serta hak-hak lainnya.
Jamie Heywood, Manajer Umum Regional Uber untuk Eropa Utara dan Timur mengatakan, "Kami menghormati putusan pengadilan yang berfokus pada sejumlah kecil driver yang menggunakan aplikasi Uber sejak 2016."
"Sejak itu kami membuat beberapa perubahan signifikan pada bisnis kami, dipandu oleh driver di setiap langkahnya."
"Ini termasuk memberikan kontrol lebih besar atas penghasilan mereka, dan memberikan perlindungan baru seperti asuransi gratis jika sakit atau cedera."
"Kami berkomitmen berbuat lebih banyak dan sekarang akan berkonsultasi dengan setiap driver aktif di seluruh Inggris, untuk memahami perubahan apa yang mereka inginkan."
Uber sejak lama berpendapat mereka adalah agen pemesanan yang mempekerjakan wiraswasta kontrak dengan jasa pengantaran.
MA Inggris lalu memutuskan bahwa Uber harus menetapkan driver-nya sebagai karyawan, karena mereka masuk ke aplikasi sampai keluar (log out).
Poin itulah yang disoroti MA, karena driver ojol Uber biasanya butuh waktu menunggu orderan masuk aplikasi.
Uber sebelumnya berpendapat, jika driver dianggap sebagai karyawan maka itu hanya saat perjalanan ketika membawa penumpang.
"Ini win-win-win untuk driver, penumpang, dan kota. Artinya, Uber sekarang memiliki insentif ekonomi yang tepat untuk tidak membanjiri pasar dengan terlalu banyak kendaraan dan driver," kata James Farrar Sekjen ADCU.
"Hasil dari kelebihan stok itu adalah kemiskinan, polusi, dan kemacetan," katanya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Pertama di Uni Eropa, Spanyol Tetapkan Driver Ojol sebagai Karyawan Bergaji
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ojol-di-spanyol.jpg)