Berita Bali
Asita 1971 Harapkan Border Bali Segera Dibuka
Ketua DPD Asita 1971, menjelaskan jika skema yang disampaikan bahwa border Bali akan dibuka tahun 2022. Maka pariwisata Bali bisa kian terpuruk
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Adanya wacana Kemenkes untuk menahan pembukaan border Bali sampai tahun 2022 bagi turis asing.
Agaknya dirasa kurang tepat oleh Asita 1971.
Asosiasi biro perjalanan wisata ini punya pandangan yang realistis dengan alasannya.
Ketua DPD Asita 1971, I Putu Winastra, menjelaskan jika skema yang disampaikan bahwa border Bali akan dibuka tahun 2022.
Baca juga: Pariwisata Internasional Bali Direncanakan Buka Pada April 2022, Menkes Memahami Pasti Berat
Baca juga: Nusa Dua Bali Ditetapkan Jadi Zona Hijau, 9.500 Pekerja Pariwisata Akan Divaksin Covid-19
Baca juga: Jelang Ditetapkan sebagai Kawasan Pariwisata Zona Hijau, DTW Tanah Lot Lakukan Persiapan
Maka pariwisata dan perekonomian Bali bisa kian terpuruk.
"Itu kan skema yang diusulkan oleh Kemenkes. Saya kira dari Kemenpar juga mempunyai usulan berbeda," katanya kepada Tribun Bali, Sabtu 13 Maret 2021.
Sebab kalau sampai hal tersebut terjadi atau terealisasi. Maka sudah pasti perekonomian di Bali. Terutama yang bergerak dibidang pariwisata bisa mati.
Sebab tidak ada income sama sekali.
Bahkan sudah sejak tahun lalu tidak ada pemasukan.
"Sekarang saja sudah setahun kondisinya begini, kalau 2022 kan otomatis sudah dua tahun lebih. Sedangkan relaksasi dari pemerintah seperti rencana soft loan belum ada kabar," tegasnya.
Kemudian hibah pariwisata yang diperluas juga belum ada kejelasan apa-apa.
Oleh karena itu, yang terpenting adalah bagaimana industri pariwisata bersiap untuk mendapat vaksinasi secara menyeluruh, sehingga diharapkan akhir Maret atau maksimal sampai April 2021 ini semua sudah divaksinasi.
"Artinya ketika masyarakat pariwisata dan sebagian besar dari masyarakat Bali sudah tervaksin. Saya rasa situasi sudah jauh lebih aman," katanya.
Walau nanti setelah vaksin, protokol kesehatan tetap harus dijalankan di lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/putu-winastra-ketua-dpd-asita-1971.jpg)