Berita Bali
Bali Menanti Setahun Lagi Terima Kunjungan Wisman, Pelaku Pariwisata Hanya Bisa Pasrah
Nyoman Suharta selaku salah satu pelaku pariwisata Bali mengaku pasrah terhadap rencana kunjungan wisman baru akan dibuka bulan April tahun 2022 menda
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Noviana Windri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Pelaku pariwisata di Bali perlu menunggu setahun lagi untuk menerima kunjungan wisatawan asing (wisman).
Nyoman Suharta selaku salah satu pelaku pariwisata Bali mengaku pasrah terhadap rencana kunjungan wisman baru akan dibuka bulan April tahun 2022 mendatang, namun ia juga menghormati keputusan tersebut.
"Hanya bisa pasrah kalau memang dari Kementerian rencanakan seperti itu ya kita gak bisa protes. Pemerintah pusat mestinya memiliki rasa empati terutama kepada masyarakat Bali yang hidupnya tergantung dari pariwisata," ungkap Nyoman Suharta, Sabtu 13 Maret 2021.
Ia menambahkan kurang lebih 90 persen kita disini tergantung kepada pariwisata dan yang terdampak tidak hanya pelaku pariwisatanya saja sekarang tapi penunjang dari pariwisata seperti petani sayur dan buah, peternak ayam, telur dan lainnya juga terdampak pandemi Covid-19.
Baca juga: Bali Menanti Setahun Lagi, Baru Terima Kunjungan Wisman April 2022
Baca juga: Pemerintah Segera Buka Pintu Wisman, PHRI Bali: Itu Bawa Angin Segar Buat Kita
Baca juga: Pemerintah Segera Buka Pintu Bali untuk Wisman? PHRI: Itu Bawa Angin Segar Buat Kita
Jika menunggu satu tahun lagi Bali baru dapat menerima kunjungan wisman tidak tahu nanti akan seperti apa jadinya disini.
"Kalau lagi nunggu satu tahun itu tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Gejolak sosial atau apa itu nantinya tidak tahu kita, karena sekarang sudah habis semua tabungan orang pariwisata," ungkapnya.
Nyoman Suharta berharap jika memang baru tahun depan kunjungan wisman dibuka, pangsa pasar wisatawan domestik perlu ditingkatkan lagi dipermudah berkunjung ke Bali tidak ada PPKM, penerapan syarat masuk Bali dipermudah tidak PCR atau rapid antigen tapi mungkin bisa rapid antibodi.
"Jika menunggu satu tahun lagi setidaknya domestik dipermudah diberikan kelonggaran untuk melakukan perjalanan. Tidak ada PPKM aturan masuk Bali dilonggarkan tapi dengan syarat disiplin menerapkan protokol kesehatan mungkin dapat membantu pariwisata disini," tuturnya.
Dirinya sangat berharap jangan sampai menunggu lagi satu tahun kunjungan wisman ke Bali dibuka, terlalu lama waktunya mungkin dapat dibuka pada bulan Agustus mendatang saat peak season.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pemkab-karangasem-gelar-acara-free-tour-and-karangasem-is-safe.jpg)