Breaking News:

Berita Bangli

Dropping Vaksin Covid-19 Bertahap Dinilai Jadi Kendala, Sedana Arta: Bisa Gunakan Metode Banjar

Dropping vaksin corona yang dilakukan secara bertahap dinilai menjadi kendala dalam pelaksanaan vaksinasi masal, khususnya di Kabupaten Bangli.

Tribun Bali/Fredey Mercury
salah satu pelaku pariwisata yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama di Lapangan Kapten Mudita, Selasa (16/5) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Dropping vaksin corona yang dilakukan secara bertahap dinilai menjadi kendala dalam pelaksanaan vaksinasi masal, khususnya di Kabupaten Bangli.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Selasa (16 Maret 2021).

Dihadapan awak media, Sedana Arta menilai dengan dropping vaksin yang dilakukan secara bertahap, alhasil gerakan vaksinasi masal pun juga dilakukan secara bertahap.

Menurutnya jika vaksin bisa didatangkan dengan lebih massif lagi, pelaksanaan vaksinasi bisa menggunakan metode banjar.

“Jadi seluruh banjar bisa kita libatkan. Mulai dari pemangku kebijakan di banjar, serta tenaga kesehatan (nakes) baik itu yang milik pemerintah, ataupun nakes yang ada di RS maupun klinik swasta. Termasuk juga sekolah tinggi kesehatan yang ada di Bangli, bisa kita libatkan sebagai relawan untuk menjadi vaksinator ke banjar-banjar, yang mungkin kita akan jadikan sasaran berikutnya,” ujar dia pasca video converence dengan Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Dampingi Kunker Presiden Joko Widodo, Jaya Negara: Denpasar Komitmen Genjot Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Sulinggih Diusulkan Divaksinasi Setelah Pelayanan Publik, 11.139 Masyarakat Tabanan Sudah Divaksin

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Terhadap Pelayan Publik dan Lansia di Klungkung Masih Sekitar 27 Persen

Lanjut diungkapkan, hari ini pihaknya melakukan vaksinasi masal di tujuh lokasi, dengan jumlah total nakes yang terlibat sebanyak 146 orang.

Sementara jumlah penerima vaksin sebanyak 1377 orang, yang terdiri dari budayawan, seniman, lansia, pelaku pariwisata serta public service.

“Harapan kita dengan vaksinasi masal seperti ini, maka seperti yang disampaikan bapak presiden, herd immunity atau kekebalan komunal dapat terbentuk di masyarakat kita,” ungkapnya.

Pihaknya juga berharap, dropping vaksin kedepannya bisa lebih banyak lagi.

Sehingga vaksinasi masal bisa menyasar target yang lebih luas.

Terlebih hingga kini, baru ditetapkan tiga green zone di Bali. yaitu Nusa Dua, Sanur, dan Ubud. Sementara di Bangli dan kabupaten lainnya belum.

“Kita harapkan bapak presiden atau dari kementerian Kesehatan, juga memikirkan kalau bisa bali secara umum menjadi green zone. Sehingga herd immunity, serta kebangkitan pariwisata segera dimulai di Provinsi Bali ini,” harapnya.

Ikuti berita vaksinasi covid-19 di bali

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved