Serba serbi

Kelahiran Anggara Umanis Wariga, Sifatnya Angkuh tapi Rasa Kasihan Tinggi

Hari ini, Selasa 16 Maret 2021, jika dilihat dari wewaran Bali, adalah Anggara Umanis Wariga.

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Ilustrasi otonan - Kelahiran Anggara Umanis Wariga, Sifatnya Angkuh tapi Rasa Kasihan Tinggi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari ini, Selasa 16 Maret 2021, jika dilihat dari wewaran Bali, adalah Anggara Umanis Wariga.

Berdasarkan Wariga Tenung Jodoh, dijelaskan bahwasanya kelahiran Anggara memiliki pendirian tidak tetap.

Ibarat air di daun talas, orangnya baik namun karena setiap pekerjaan atau masalah selalu dikerjakan tergesa-gesa.

Sehingga tampak seperti angkuh sifatnya. Akhirnya kehidupannya menjadi kurang berbahagia.

Sebab banyak rintangan yang tidak dapat diatasi.

Baca juga: Kelahiran Kamis Wage Tolu, Akan Hidup Bahagia?

Baca juga: Kelahiran Redite Kliwon Tolu, Berjiwa Pemimpin, Terbuka, dan Pemberani

Baca juga: Karakter Berdasarkan Kelahiran Sangawara, Dangu Memiliki Sifat Lamban

Sesungguhnya ia orang baik dan memiliki rasa persaudaraan dan rasa kasihan yang tinggi.

Sampai-sampai melupakan keadaannya sendiri sehingga akhirnya susah sendiri.

"Perhiasan yang sesuai digunakan adalah gangsa atau perunggu," sebut Ida Pedanda Gede Buruan, penulis buku. 

Namun dilihat Sri Pancawara Umanis, seseorang yang lahir di Umanis sangat tabah.

Dalam menghadapi suka-duka gelombang kehidupan.

Memiliki ketrampilan berbicara, sangat senang bercakap-cakap. 

Baca juga: Kelahiran Soma Wage Kulantir Memiliki Sifat Tekun, Sabar dan Pendiriannya Kuat

Baca juga: Kelahiran Anggara Kliwon Kulantir, Pendiriannya Tidak Tetap Namun Semangat Hidup Tinggi

Namun hati-hati dengan sikap arogan sewenang-wenang. Apabila keburukan sifatnya dapat dikendalikan. Ia akan menjadi disegani oleh lingkungannya. 

Jika dilihat dari uku atau wuku Wariga.

Orang kelahiran uku ini umumnya memiliki perangai rupawan.

Punya kemauan yang besar. Memiliki peluang menjadi kembang di tempat orang banyak berkumpul. 

Hanya orang Wariga sendiri senang menyendiri.

Agak malas, dan tidak suka bertamu atau berkumpul dengan orang banyak. Ia pencemburu sehingga agak sering ganti-ganti pasangan. 

Bahkan menikah pun sampai lebih dari satu kali. Sehingga kehidupan yang bahagia agak sulit dicapai. (*)

Artikel lainnya di Serba-serbi

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved