Breaking News:

Berita Klungkung

Harga Cabai Mahal, Wanita Kelompok Tani di Klungkung Diminta Aktif Tanam Cabai di Pekarangan Rumah

Meroketnya harga komoditi cabai, membuat anggota wanita kelompok tani diarahkan untuk lebih aktif menanam pohon cabai di pekarangan rumahnya.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Budidaya tanaman organik di kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Amerta Sari di Dusun Takedan, Desa Selat, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Meroketnya harga komoditi cabai, membuat anggota wanita kelompok tani diarahkan untuk lebih aktif menanam pohon cabai di pekarangan rumahnya.

Sesuai dengan arahan Pemprov Bali, kedepan beberapa kelompok wanita tani di Klungkung akan diarahkan untuk ikut gerakan menanam cabai serentak di pekarangan rumah. 

"Jadi ada 3 kelompok wanita tani yang ada di Klungkung untuk ikut gerakan menanam cabai ini. Per kelompok itu anggotanya minimal 30 orang," Kabid Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan di Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung Luh Ketut Eka Susanti, Rabu (17 Maret 2021), mendampingi Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, I Dewa Ketut Sueta Negara. 

Tiga kelompok wanita tani tersebut antara lain di Desa Batumadeg, Desa Kamasan dan Desa Bakas.

Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan Rp50 juta, untuk demplot tanaman pangan di lahan seluas sekitar 5 are. 

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Karangasem Melonjak, Tembus Angka Rp 100 Ribu Perkilogram

Baca juga: Daftar Harga Sembako, Daging Ayam dan Babi di Bali Jelang Hari Raya Nyepi, Cabai Rp 130.000 Per Kg

Baca juga: Harga Tinggi, Jembrana Tergantung Pasokan Cabai dan Bawang Merah Dari Jawa dan Daerah Lain

" Nanti masing kelompok tani, harus menanam 100 pohon cabai di demplot. Sementara di rumah masing-masing anggota kelompok tani, minimal menanam 10 tanaman cabai di pekarangan rumahnya," jelas Ketut Eka Susanti. 

Nantinya hasil demplot itu bisa juga ditularkan diberikan ke rumah tangga lainnya untuk dikembangkan.

Sehingga dalam satu rumah tangga, di pekarangannga ada pohon cabai dan komoditi pangan lain seperti tomat ataupun terong.

" Dengan adanya tumbuhan seperti cabai di setiap pekarangan dalam rumah tangga, setidaknya bisa membantu disaat harga cabai mahal seperti saat ini. Minimal bisa dimanfaatkan oleh rumah tangga lah," jelas Sueta Negara.

Sampai saat ini harga komoditi cabai rawit masih tinggi dipasaran, bahkan sempat mencapai Rp140 ribu per kilo.

Berdasarkan data ketahanan pangan Klungkung, cabai juga menjadi komoditi yang ketersediaannya minus di Klungkung. 

IKUTI Berita Klungkung

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved