Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Persiapkan Bali Kembali Terima Kunjungan Wisman, Negara-negara Dengan Kriteria Ini Diutamakan 

Antara lain penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, peningkatan dan penguatan 3T, yakni tracing, testing dan treatment serta vaksinasi C

Tayang:
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Noviana Windri
istimewa
Suasana Rakor Tingkat Menteri membahas rencana pemulihan perekonomian Bali yang diadakan di Poltekpar Bali 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA  - Harapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk kembali membangkitkan sektor pariwisata Bali tengah digenjot Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia.

Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan, target pemulihan sektor parekraf yang ditetapkan Jokowi pada pertengahan tahun 2021 mendatang itu dapat tercapai lewat sejumlah langkah yang dilakukan seluruh pihak saat ini. 

Antara lain penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, peningkatan dan penguatan 3T, yakni tracing, testing dan treatment serta vaksinasi Covid-19. 

Bersamaan dengan sejumlah langkah penekanan angka penyebaran covid-19 itu, pihaknya berkolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri dalam merampungkan kebijakan konsep travel corridors. 

Kebijakan tersebut nantinya akan disampaikan kepada Jokowi untuk disahkan sebagai dasar pembukaan pariwisata nasional pasca pandemi covid-19.

Baca juga: Praktisi Pariwisata Kritik Kebijakan Free Covid Corridor, Sebut Tak Berpihak Pada Masyarakat Kecil

Baca juga: Uji Coba Pertengahan Tahun Ini, Jokowi: Pariwisata Bali Buka Jika Covid-19 Landai

Baca juga: Kasus COVID-19 Menurun, Menparekraf: Kita Mulai Persiapan Membuka Kembali Pariwisata untuk Wisman

"Tadi kita juga membahas dengan Bu Menlu dan perwakilan kementerian dan lembaga yang membidangi, tadi semua sudah memberikan masukan dan tadi kita sudah mencapai kesepakatan bahwa kita memulai proses finalisasi dari persiapan kita dalam konsep travel corridors arrangement," ungkap Sandiaga Uno.

"Ini akan kita monitor dan evaluasi tiap dua minggu dan akan kami juga lakukan langkah koordinasi untuk dilaporkan kepada Bapak Presiden untuk segera diharapkan dituntaskan dan diambil keputusannya," sambungnya.

Mengenai rencana melakukan monev dua mingguan, Menparekraf Sandiaga menyampaikan mulai bulan Maret ini akan di monitor kesiapan vaksin untuk terus ditingkatkan, monitoring kepatuhan protokol kesehatan, Imigrasi dalam kesiapan e-visa dan segala persyaratannya.

Selanjutnya kesiapan BUMN di Bandara dan fasilitas destinasi wisata yang harus dipastikan protokolnya, selain daripada vaksin tentunya peningkatan testing, tracing akan ada peningkatan jumlah lab PCR dan zona-zona khusus ini akan dilengkapi.

Agar para wisatawan yang nanti mulai datang berwisata di Bali, selagi mereka menunggu hasil PCR sudah bisa berkegiatan juga di hotel masing-masing.

"Dan kami di Kemenparekraf akan menyiapkan paket-paket seperti cooking class, yoga class, belajar menari bali dan lain sebagainya. Pokoknya kita akan buat ini menjadi inovatif dan langkah pemulihan Bali ini akan kita trial atau uji cobakan. Semakin banyak uji coba yang kita lakukan semakin siap kita," imbuh Menparekraf Sandiaga Uno.

Lebih lanjut Sandiaga Uno mengatakan selanjutnya setelah dilakukan monev, kalau ada prove of konsep nya itu bisa kita dapatkan kita bisa perluas nanti.

Baik wilayah originasi daripada wisatawannya maupun destinasi wisatanya juga, mungkin bisa diperluas ke destinasi lainnya seperti di Kuta, Seminyak, Canggu ataupun Nusa Penida, nanti akan kita evaluasi secara berkala.

Dari hasil Rakor tersebut, Negara-negara yang akan dijajaki TCA dengan Indonesia khususnya Bali diutamakan yang tingkat vaksinasinya tinggi, yang memiliki resiko hubungan timbal balik dengan kita, menerapkan protokol 3T nya secara kuat dan juga negara-negara yang memiliki letter home policy-nya yang sesuai dengan kebutuhan daripada faktor kesehatan kita.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved