Serba Serbi
Kisah Pedanda Baka, Jadi Perbincangan Hangat Para Kaula Muda
Kisah ‘Pedanda Baka’ nampaknya belakangan menjadi hangat untuk diperbincangkan.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Kemudian mampu memahami fenomena belakangan ini, dengan kritis dan memahami masalah dengan baik.
“Agar tidak nantinya generasi muda memunculkan opini atau kritik dalam krisis tanpa dasar yang jelas,” tegasnya.
Namun bisa memberikan kritik dan saran, dengan pemahaman yang baik dan benar dalam menyikapi suatu kondisi.
Tidak asal bicara saja.
Untuk itu, peserta diskusi ini didatangkan dari para generasi muda.
Khususnya para muda-mudi di organisasi kemahasiswaan diberbagai universitas.
Mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa.
Kemudian dari Universitas Udayana, PMHD Universitas Warmadewa, dan lainnya.
Goal dari acara tersebut, harapannya agar pemuda-pemudi sebagai ujung tombak ke depannya.
Mampu dan paham sesana, khususnya dalam menentukan tokoh yang akan dipilih dan dijadikan panutan.
Baginya pemuda-pemudi harus melek akan hal tersebut.
Lalu diskusi ini bertujuan agar generasi muda, tidak sembarangan dalam memberikan pandangan. Sehingga tidak menimbulkan perselisihan.
Makanya, kata dia, diperlukan mengisi diri dengan ilmu pengetahuan sebelum nantinya melangkah lebih lanjut.
Apalagi dalam menentukan seseorang yang disucikan atau dimuliakan, terlebih jika generasi muda tersebut adalah kandidatnya nanti.
Agar paham bagaimana bertutur kata, berlaksana agar mampu membimbing masyarakat ke arah yang baik dan benar.
“Sebagai sesuluh, refleksi agar tidak menyimpang,” katanya.
Khususnya pemahaman tentang sastra itu sendiri khususnya sastra agama.
Sangat penting dipahami, apalagi bagi seseorang yang akan melangkah menjadi orang suci.(*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-hindu-bali-sembahyang-1.jpg)